
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Arak di Bangka memiliki sejarah panjang terutama bagi masyarakat etnis Tionghoa.
Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa mengatakan arak putih tidak dikonsumsi oleh sembarang orang, Kamis (8/9/2022).
Ia menerangkan bahwa arak digunakan sebagai penghormatan kepada leluhur bagi umat agama Konghucu atau etnis Tionghoa. Bahkan etnis Tionghoa beragama Budha dan Katolik masih mengikuti budaya asal penghormatan kepada leluhur di saat tradisi Cheng Beng dan Chit Ngiat Pan dan Sam Sip Pu.
“Untuk di Pulau Bangka dan Belitung sebenarnya arak digunakan untuk Sajian penghormatan sembahyang pada orang tua atau penghormatan leluhur tapi bukan cuma agama Konghucu saja, kami yang Katolik pun saat saat hari-hari warisan budaya itu ikut orang tua melaksanakan penghormatan, ” ucap Mehoa.
Ia juga menuturkan, jika arak bisa digunakan sebagai ramuan obat hingga bahan masakan atau bumbu dapur.