
Bahkan masa juga membakar keranda tersebut sebagai aksi protes karena pihak PLTU tidak hadir untuk menemui masa yang dijaga oleh puluhan personil polisi dan keamanan lainnya.
Dalam orasinya, Ardi mengatakan kedatangannya ke PLTU Air Anyir hanya untuk meminta keterangan pihak terkait dengan adanya pemadaman bergilir yang terjadi dibeberapa daerah.
“Kami kesini ingin mempertanyakan mengapa masih ada pemadaman. Kami ini bayar (listrik-red), bukannya gratis,” ungkapnya.