
Ia menjelaskan bahwa Masjid Agung Qubah Timah tidak semua terbuat dari timah. Namun dinamakan Masjid Agung Qubah Timah agar Bangka Belitung memiliki ikon timah yang merupakan komoditas andalan Bangka Belitung sejak berabad-abad lalu.
“Kalau semuanya terbuat dari timah bisa rubuh masjid ini. Disamping ada Gereja Manantha yang berdiri sejak tahun 1927 lalu, ini menandakan persaudaraan di Kota Beribu Senyuman meski berbeda agama. Didepannya titik Nol Kilometer, di Jalan Sudirman ini saya pengen menjadi simbol keharmonisan agama dan ikon timah, nanti Kelenteng disana juga kita usahakan ornamen dari timah,” harap Molen.
“Masjid Agung Qubah Timah ini memiliki 7 Imam, 4 Muadzin dan 7 Marbot yang diseleksi oleh tim yang berkompeten, sehingga yang terpilih adalah orang yang terbaik di Kota Pangkalpinang,” lanjutnya.
Dalam rangka menjalankan manajemen Masjid Agung Qubah Timah, Wali Kota Molen juga menetapkan pengurus Masjid Agung Qubah Timah. Pengurus yang dimaksud yaitu :
Ketua : H. Johan Muhammad Nasir, M.Pd
Wakil Ketua I : Amrin Abdul Ghani, S.Pd., M.Si
Wakil Ketua II : Rio Setiadi, S.T
Wakil Ketua III : H. Mirtawansyah, S.Pd. I
Sekretaris : Yusni Patrajaya, S.Si