
Pengunjung yang berziarah ke makam bukan hanya dari warga lokal, tetapi banyak juga yang datang dari daerah lain. Pada umumnya, peziarah melakukan perjalanan mengunjungi semua makam Walo Songo atau disebut dengan istilah Ziarah Wali Songo. Selain bertujuan untuk berziarah, sebagian ada yang ingin menyaksikan barang peninggalan Sunan Giri.

Gersik bukanlah kota besar, namun adanya Makam Sunan Giri membuatnya banyak dikenal warga yang tinggal di Pulau Jawa. Dalam hal daya tarik tidak jauh dari hal yang berbau religi, ada juga yang berupa mitos. Berikut ulasan selengkapnya!
Sebelum membahas mengenai makamnya, kita bahas dulu mengenai sejarah Sunan Giri. Lahir pada tahun 1442 Masehi, Sunan Giri merupakan anak dari pasangan suami istri Syekh Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu. Sejak kecil diasuh oleh Nyai Ageng Pinatih yang makamnya juga terletak di Gresik.
Ibu angkatnya tersebut memberikan nama panggilan Joko Samudro. Berasal dari keluarga religius membuat Sunan Giri lebih mudah belajar agama. Beliau termasuk salah satu murida dari pamannya sendiri yang termasuk Wali Songo, yakni Sunan Ampel. Sempat dijuluki sebagai Ainul Yaqin, ayahnya mengganti dengan nama Raden Paku.
Setelah menikah dengan Dewi Murtasiah yang merupakan anak dari Sunan Ampel, beliau bermukim dan menetap di Giri. Setelah lama beradaptasi dengan warga setempat, beliau akhirnya mendirikan pesantren yang diberi nama Giri Kedaton, lokasi saat ini tidak jauh dari Makam Sunan Giri. Pesantren ini memiliki pengaruh luas dalam penyebaran agama Islam di Jawa dan sekitarnya.