
“Butuh waktu lama dan biaya dalam pengelolaannya,” tegasnya.
Sementara’itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Agus Suryadi mengatakan kesinambungan dari tambak udang yang telah dibangun oleh para pelaku usaha agar dapat berkelanjutan, sehingga mengalami kenaikan baik dari segi produksi maupun peningkatan pengetahuan pengelolaan tata kelola yang baik.
“Jangan sampai hanya mengejar produksi saja, tetapi bagaimana tata kelola yang benar dan baik,” ungkap Agus.
Kadis LHK Babel, Marwan berharap agar para pelaku usaha tambak membuat IPAL yang sesuai standar, demi kebaikan keberlangsung tambak mereka, serta lingkungan sekitar. Dari hasil pantauannya setelah melihat langsung contoh IPAL yang baik dan benar, akan ia sampaikan ke dinas-dinas terkait.
“Air yang ada harus dikelola dengan baik, dengan sistem IPAL,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, pengelolaan pembuangan limbah di media penerima IPAL yaitu air laut juga disarankan memanfaatkan tanaman mangrove untuk membantu menyerap racun yang masih tersisa dari filter IPAL.