
“Setiap kali momen kami akan melibatkan Kominfo, kami percaya penuh pada Diskominfo Pangkalpinang. Pada Sipol, setiap hari, setiap pukul lima sore kita cek terus. Jangan sampai ada nama kita atau keluarga kita terdeteksi, tapi kita tidak mengetahuinya. Kerja sama kita terkait sosialisasi atas aplikasi tersebut, aplikasi Sipol terpusat di seluruh Republik Indonesia”, ungkap Yusmayadi sembari mensimulasikan Aplikasi Sipol di Layar Smart Room Center.
Saat simulasi Aplikasi Sipol, Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Pangkalpinang, Febri Yanto tampak antusias untuk meminta Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya dicek, ia juga memerintahkan semua Kepala Bidang Diskominfo Pangkalpinang untuk melakukan hal serupa. Bahkan, NIK Wali Kota Pangkalpinang, Dr. H. Maulan Aklil (Molen) turut dicek untuk melihat keterlibatan Partai Politik.
“Bentuk semua sinergi ini sudah ada komunikasi dengan pihak kita, prinsip saya Kominfo siap membantu KPU Kota Pangkalpinang, boleh juga kalo seandainya ruangan ini menjadi tempat hitung cepat di 2024. Perlu diketahui, ada 10 titik baliho yang tercatat sebagai asset di Bakeuda, seharusnya dikomersilkan bagi orang luar Pemerintah Kota Pangkalpinang. Tapi tenang, tetap ada jalan keluarnya, apalagi KPU merupakan bagian dari pemerintah, mudah-mudahan kita support, secara administrasi akan kita urus”, tegas Febri dihadapan 4 Komisioner KPU Kota Pangkalpinang.
Febri juga berharap, antara Website Diskominfo dan KPU Kota Pangkalpinang dapat terkoneksi, diwaktu yang sama ia langsung memerintahkan teknisi bidang E-Government untuk me-koneksikan kedua website tersebut. Sebagai corong pemerintah, tambah Febri, pihaknya harus menyampaikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat.