Scroll untuk baca artikel
Politik

Konsolidasi Indonesia Maju di Bangka Belitung, Bawaslu Temukan Pelanggaran

267
×

Konsolidasi Indonesia Maju di Bangka Belitung, Bawaslu Temukan Pelanggaran

Sebarkan artikel ini
IMG 20240111 WA0005
Foto: Ketua Bawaslu Bangka Belitung, Osykar.

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bawaslu Babel) akan memanggil panitia acara Konsolidasi Indonesia Maju di GOR Sahabudin, Bangka Tengah, Kamis (11/1/2024).

Pasalnya, kegiatan yang dihadiri oleh Capres Indonesia, Prabowo Subianto itu terdapat beberapa atribut partai dan dan kampanye di fasilitas publik hingga median jalan.

“Ada beberapa hal yang diduga melanggar aturan. Kami akan panggil panitia untuk meminta keterangan secara humanis dan menentukan apakah ini pelanggaran adminitrasi atau pidana,” ungkap Ketua Bawaslu Bangka Belitung, Osykar kepada intrik.id.

Selain itu, pihaknya juga menemukan pelanggan lainnya yang terlihat langsung oleh Bawaslu Bangka Belitung.

“Ada keterlibatan anak-anak, ada atribut partai dan ada atribut kampanye di ruang fasilitas publik serta median jalan yang diduga melanggar,” tutup Osykar.

Ditempat yang sama, Sahirin selaku Komisioner Bawaslu Bangka Belitung bidang Pencegahan menjelaskan, pertemuan ini adalah rapat konsolidasi dan bukan untuk kampanye.

“Padahal sudah dikasih tau, namun masih ada dugaan pelanggaran. Kami sudah menegur dan sudah melakukan tindak pencegahan dan akan kami usahakan steril,” jelasnya.

Sahirin juga menyebutkan, panitia hanya melakukan konsultasi lewat telepon dan kurang paham dengan aturan yang sudah dijelaskan sebelumnya.

“Pencegahan sudah kami lakulan, aturan kami kasih tapi ya mungkin masih belum paham. Nanti kita akan konfirmasi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Dimas Renaldi selaku ketua pelaksana rapat konsolidasi indonesia maju di GOR Sahabudin mengatakan, pihaknya sudah membuat semua rangkaian acara sesuai aturan dari Bawaslu. Namun memang ada pihak eksternal yang tak bisa dibendung.

“Kami panitia sudah melakukan sesuai aturan Bawaslu. Sudah kami bilang gak ada atribut namun memang pihak eksternal yang gak bisa kami bendung,” jelasnya.

Dimas juga menyebutkan, jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim lain agar segera mencabut atribut serta menyuruh anak-anak diwilayah yang steril.

“Sudah kami kondisikan dan suruh cabut segala atribut yang diduga melanggar dan sudah kami kondisikan anak-anak agar tidak hadir di wilayah steril,” ujarnya.