Kisah Sultan Murad dan Seorang Wali Semasa Hidupnya Gemar Beli Minuman Keras dan Mendatangi Pelacuran

    Foto: Ilustrasi

    Sejenak orang² itu terdiam. Sesaat kemudian, mereka pun bergerak mengangkat jenazah untuk di bawa ke rumahnya.

    Melihat suaminya meninggal, sang istri pun menangis. Orang² yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.

    Dalam tangisnya sang istri berucap pada jenazah suaminya, “Semoga Allah merahmatimu wahai Wali Allah. Aku bersaksi bahwa Engkau termasuk orang yang Sholeh.”

    Baca juga berita: 119 Spesies Anggrek di Sungai Upang Dipasangi Barcode

    Mendengar hal itu, Sultan kaget lalu bertanya, “Bagaimana mungkin dia termasuk Wali Allah, sementara orang² membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai² mereka tidak peduli dengan kematiannya?”

    Sang istri menjawab, “Sudah kuduga pasti akan begini…”
    “Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko² minuman keras. Dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yg ia mampu. Kemudian minuman² itu di bawa kerumah lalu di tumpakannya ke dalam toilet, sambil berkata, “Aku telah meringankan dosa kaum muslimin,” kisahnya.

    Ia kemudian melanjutkan, “Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata, “malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi”.

    “Kemudia ia pulang kerumah, dan berkata kepadaku, Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda² Islam”.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook