119 Spesies Anggrek di Sungai Upang Dipasangi Barcode

    Foto: Salah seorang pengunjung saat melakukan scan barcode disalah satu tanaman di Sungai Upang.

    PUDING BESAR, INTRIK.ID – Masyarakat dan pemuda peduli lingkungan yang terhimpun dalam Bangka Flora Society (BFS) melakukan pemberian barcode ke setiap anggek yang ada di Kawasan Biodiversity Sungai Upang Desa Tanah Bawah Kecamatan Puding Besar.

    Pemberian kode barcode tersebut bertujuan untuk meyajikan informasi kepada pengunjung melalui sistem teknologi masa kini. Sehingga dapat mempermudah pengunjung dalam mengakses informasi tanaman yang ada di Bangka khsusnya jenis anggrek.

    Ketua BFS, Dian Rossana Anggraini menyampaikan setidaknya ada 119 spesies anggek yang ada di kawasan biodiversity Sungai Upang. Seluruh anggrek tersebut merupakan tanaman lokal yang berasal dari wilayah Pulau Bangka Belitung.

    “Saat ini kita baru memberikan barcode di 270 tanaman dari 119 spesies anggrek. Jumlah tersebut baru sekitar 30 persen dari total tanaman anggrek yang kita miliki,” ungkapnya, Selasa (22/9/2020).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Dirinya juga menambahkan saat ini seluruh barcode tersebut bisa diakses pengunjung Sungai Upang dengan menggunakan smartphone atau aplikasi QR Barcode sehingga informasi tanaman mulai dari nama lokal, taksonomi hingga deskripsinya bisa diketahui.

    “Untuk tata caranya kita bisa dipandu oleh pemandu wisata yang ada di Sungai Upang, selain itu ada juga spanduk informasi berkaitan dengan akses pengunaan barcode ini,” terang Dian.

    Sementara itu, Camat Puding Besar, Toni Ali memberikan apresiasi dan dukungan yang penuh dalam kegiatan tersebut dimana hal tersebut untuk melestarikan alam lingkungan serta memberikan edukasi kepada generasi muda saat ini.

    “Jadi jangan sampai anak cucu kita nanti tidak mengenal lagi nama dan jenis tanaman lokal daerah kita. Sehingga hal tersebut perlu dilestarikan dan kita dukung bersama,” ungkapnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia juga turut menyumbangkan tiga spesies anggrek untuk dilestarikan di kawasan biodiversity Sungai Upang sebagai bentuk keseriusannya dalam menlestarikan anggrek lokal Bangka.

    Salah satu pengunjung, Sandi menyampaikan dengan disediakannya akses barcode di setiap tanaman anggrek sangat membantu dirinya dalam memperoleh informasi tiap tanaman yang ada.

    “Barcode ini sangat membantu bagi kami selaku mahasiswa, dan informasi yang diberikannya juga sangat jelas dan lengkap,” pungkas Mahasiswa Univesitas Bangka Belitung jurusan Agroteknologi tersebut.

    Berikut keterangan sebagian jenis anggrek yang dipasang barcode :
    Gramnatophyllum speciosum = Anggrek macan/tebu
    Papilionanthe hookeriana / anggrek pensil
    Anggrek bulan, anggrek merpati, anggrek kipas. Anggrek kondisi berbunga, anggrek pensil dan dendrobium conatum, cymbidium pubescen, phalaenopsis cornucepi.(int)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Revitalisasi Kawasan Kolong Akhlak, PT Timah dan Pemkab Bangka Tanam Mangrove hingga Pohon Buah

    Revitalisasi Kawasan Kolong Akhlak, PT Timah dan Pemkab Bangka Tanam Mangrove hingga Pohon Buah

    Agar Program PPM Tepat Sasaran, PT Timah Gelar Konsultasi Publik dan FGD

    Agar Program PPM Tepat Sasaran, PT Timah Gelar Konsultasi Publik dan FGD

    Ada Fitur Tambahan, APDESI Bangka Gelar Bimtek Siskeudes Versi 2.0.9

    Ada Fitur Tambahan, APDESI Bangka Gelar Bimtek Siskeudes Versi 2.0.9