
“Orang² pun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buat bibir.
Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku, kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yg akan mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu. Ia hanya tertawa dan berkata, “jangan takut, bila aku mati, aku akan di sholati oleh Sultan nya kaum muslimin, para ulama dan para Wali”, tutup sang istri.
Baca juga: KIP Masuk Matras, Inaker Babel Akan Lapor Presiden
Mendengar itu semua, Sultan Murad pun menangis. Ia kemudian berkata, “Benar Demi Allah, akulah Sultan Murad dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya”.
Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki² itu di hadiri oleh Sultan, para ulama, para Wali Alla dan seluruh masyarakat.
Sebuah Pelajaran Berharga!!
Jangan pernah mengharapkan penilaian manusia, fokus pada perbuatan baik yg kita lakukan, karena yg kita harapkan adalah ridho Allah, bukan ridho manusia..
Semoga bermanfaat….