Ketum JMSI Pernah Meliput di Afganistan

    “Saya berkunjung ke Uzbekistan, hampir 20 tahun lalu, setelah peristiwa 9/11 di New York dan sebelum perang di Afganistan,” ujarnya.

    Selain untuk meliput perang di Afganistan, perjalanan ke Uzbekistan juga dimanfaatkan Teguh untuk mempelajari negara-negara Asia Tengah, terutama Uzbekistan, setelah berpisah dengan Uni Soviet sepuluh tahun sebelumnya.

    “Itu pengalaman yang sangat luar biasa. Musim gugur yang indah, udara cukup dingin. Saya menikmati kuliner Uzbekistan, seperti plov, saslik, dan juga ayam yang yummy,” ujarnya.

    Selama berada di Uzbekistan, setiap hari Teguh mengirimkan reportase baik mengenai perang yang sedang berkecamuk di Afganistan, maupun mengenai situasi di Uzbekistan dan negara-negara lain di kawasan. Reportase itu telah diterbitkan sebagai sebuah buku berjudul “Di Tepi Amu Darya” pada tahun 2018, dan dicetak ulang tahun 2020 lalu.

    Namun, pemerintah Uzbekistan tak kunjung membuka Jembatan Persahabatan. Teguh bertahan sampai logistiknya mendekati titik nol.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook