
“Memang kita masih terbatas didana dan juga kesadaran masyarakat juga. Namun kami optimis bisa membantu 11 ribu pasangan yang belum punya buku nikah ini,” lanjut Husaini.
Ia menjelaskan, jika pasangan tak punya buku nikah, maka banyak sekali dampak negatif dan kerugian yang diterima secara materil, administrasi, akses kesehatan dan lainnya.
Bahkan, Husaini menegaskan jika program Kesemsem tidak dilanjutkan maka Bangka Tengah tidak akan terbebas dari pasangan sirih yang menikah tanpa buku nikah.