Kecemasan Gen Z Terhadap FOMO Timbulkan Dampak Negatif

    Foto: Dera Desma Putri.

    Perasaan FOMO dapat terjadi di semua kalangan umur dan gender. Orang –orang yang mengalami FOMO selalu merasa bahwa hidupnya rendah tidak seperti orang yang dilihat di media sosial, padahal belum tentu yang di publikasikan di media sosial adalah keadaan yang sesungguhnya. Namun seseorang yang merasa FOMO terus mengkonsumsi media sosial sebagai asupannya, gejala-gejala FOMO diantaranya:

    1. Mementingkan media sosial daripada kehidupan real yang mengakibatkan munculnya rasa iri terhadap kehidupan orang lain.
    2. Selalu ingin tahu tentang kehidupan orang lain.
    3. Membeli barang-barang diluar batas kemampuan sebenarnya agar tidak ingin terlihat ketinggalan zaman.
    4. Selalu ingin mencari tahu berita atau trend terkini .
    5. Merasa cemas jika orang lain lebih mengetahui berita atau trend terkini dan merasa bahwa dirinya ketinggalan zaman.

    Banyak gen z dengan rentang tahun 2000an keatas terkena dampak dari rasa FOMO ini, karena kebiasaan gen z yang selalu menggantungkan dirinya pada sosial media contohnya pada saat bangun tidur hal yang akan dilakukan oleh kebanyakan orang termasuk gen z adalah membuka ponselnya, mengecek sosial media. Membuka sosial media untuk melihat berbagai aktivitas dan kehidupan orang lain membawa keinginan untuk berada di posisi orang tersebut, laporan dari data statistic pada tahun 2020, menyatakan bahwa pengguna media sosial di kalangan remaja dengan usia 18-24 tahun menduduki peringkat kedua di Indonesia, dengan persentase laki-laki sejumlah 16,1% dan perempuan 14,2% mka dari itu gen z rentan mengalami FOMO.

    Kenali dampak negatif dari FOMO

    Pertama seseorang yang merasa FOMO akan mengalami gangguan mental atau psikologis, mengapa? Karena seseorang yang cenderung menganggap dirinya kurang dan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain akan membuat cenderung selalu berpikir bahwa dirinya tidak bisa seperti orang-orang yang dilihat dari media sosial, kebanyakan orang akan mempublikasikan kehidupan yang mewah nah hal inilah yang memicu seseorang yang merasa FOMO untuk terus bisa agar seperti orang yang mempunyai kehidupan yang mewah, sedangkan ia merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk mengikuti gaya hidup orang tersebut. Maka dari itu hal-hal tersebut dapat mengganggu pikiran orang yang merasa FOMO dan membuat mereka cenderung merasa overthinking.

    Pages: 1 2 3
    Tagged with:
    FomoGen zopini
      Ikuti kami di Facebook