Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Stimulus Bank Sentral Mendukung Program 3 Juta Rumah

    Caption: Ardi Pratama

    Mekanisme pemberian KLM salah satunya adalah dengan cara memberikan insentif berupa penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) kepada perbankan yang memenuhi kriteria. Singkatnya, GWM adalah simpanan minimum yang harus dimiliki oleh bank di Bank Indonesia. Besarnya GWM ditetapkan oleh Bank Indonesia dalam ukuran persentase tertentu terhadap dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun oleh perbankan. Ketentuan secara rinci mengenai GWM diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah yang telah disempurnakan dengan Nomor 24/4/PBI/2022 Tahun 2022.

    Kebijakan insentif likuiditas seperti KLM bukan merupakan hal yang baru di dunia perbankan. Bank sentral di berbagai negara sering menggunakan instrumen serupa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor tertentu yang dianggap penting. Sebagai contoh, Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat memiliki berbagai program Quantitative Easing (QE) untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong penyaluran kredit. QE dilakukan dengan membeli aset-aset seperti obligasi pemerintah dan surat berharga berbasis aset, sehingga meningkatkan jumlah uang yang beredar dan menurunkan suku bunga. Selain The Fed, European Central Bank (ECB) juga menggunakan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk operasi pasar terbuka, fasilitas pinjaman marjinal, dan persyaratan cadangan minimum. Penggunaan instrumen-instrumen ini menunjukkan bahwa kebijakan insentif likuiditas menjadi bagian penting dari strategi bank sentral di seluruh dunia untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi mereka.

    KLM yang diberikan oleh BI diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mendukung program 3 juta rumah. Dengan adanya insentif ini, bank-bank akan lebih termotivasi untuk menyalurkan kredit ke sektor perumahan, sehingga akan meningkatkan ketersediaan pembiayaan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah. Selain itu, KLM juga diharapkan dapat menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook