
Dairi mengaku memperoleh informasi bahwa salah satu orang yang diduga terlibat memiliki lebih dari satu kendaraan yang digunakan untuk aktivitas “ngerit” di SPBU tersebut.
“Informasi ini tentu perlu diverifikasi dan ditelusuri oleh pihak berwenang, jangan sampai ada praktik yang merugikan masyarakat lain,” tegasnya.
Ia juga menyebut pihaknya mencium adanya dugaan oknum tertentu yang membekingi para terduga pelaku. Namun, Dairi menegaskan pihaknya belum ingin menyimpulkan atau menuduh pihak tertentu tanpa bukti.
“Namun kami tidak ingin menuduh siapa pun tanpa bukti. Karena itu, kita lihat perkembangan ke depan,” katanya.
LBH Milenial menegaskan pihaknya tidak bermaksud mengintervensi proses penyelidikan. Mereka meminta kepolisian memastikan seluruh fakta dalam perkara tersebut diperiksa secara transparan dan berimbang.
“Kami meminta Polresta Pangkalpinang tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi. Periksa seluruh saksi, bukti, rekaman CCTV yang mungkin tersedia, serta latar belakang kejadian secara utuh. Kami meminta proses hukum dilakukan secara tegas dan profesional,” ujar Dairi.
Ia menegaskan LBH Milenial akan terus mengawal perkara tersebut hingga terdapat kepastian hukum.