Kasus Pencabulan Anak di Babel Naik, Islam Solusi Terbaik

    Nurul Aryani

    Mirisnya, negara tidak pernah benar-benar serius memblokir berbagai tayangan pornografi ini. Semua bisa diakses dengan mudah dan bahkan ada di media sosial yang dikonsumsi harian oleh masyarakat. Negara berlepas tangan dan menyerahkan kontrol pada individu. Kampanye jauhi pornografi sudah ada, tapi negara kemana saat konten porno tumbuh menjamur di tengah masyarakat? Masalah klasik ini nyatanya tidak pernah tuntas, jadi wajar saja pemerkosaan dan pencabulan masih terjadi.

    Kedua, rapuhnya ketakwaan dan kontrol diri. Tidak bisa dipungkiri disaat konten porno menyebar secara sporadis ketakwaan adalah benteng utama kaum muslimin. Namun, sistem hidup sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) telah merusak ketakwaan. Agama dipisahkan dari kehidupan, akibatnya manusia hidup sesuai hawa nafsunya. Banyak ummat Islam yang akhirnya bersikap sekuler dan liberal (bebas) dan tidak mengontrol dirinya dengan syariat. Perilaku bebas akhirnya sering dijumpai termasuk bebas dalam menyalurkan nafsu syahwat. Na’uzubillah.

    Ketiga, Orang terdekat dan masyarakat kadang tidak mau ikut campur dan memilih bersikap individualis. Ada kasus dimana anak korban pelecehan yang diketahui malah dibiarkan saja. Masyarakat/keluarga memilih bungkam misalnya karena tidak ingin berurusan dengan pelaku, apalagi jika pelaku dikenal tempramen dan main parang.

    Sikap individualis juga telah menjangkiti masyarakat. Ketika melihat penyimpangan misalnya dalam berpakaian si anak atau interaksi anak dengan ayahnya yang kelewatan batas mesra masyarakat lebih memilih diam daripada menegur.

    Keempat, lemahnya penjagaan negara. Negara dalam sistem sekuler kapitalisme sangat lemah dalam melindungi masyarakat. Kehormatan masyarakat mudah diganggu, sebab negara berlepas tangan dan menyerahkan urusan pada individu masing-masing. Akibatnya, rakyat harus melindungi diri sendiri. Belum lagi sanksi yang diberikan kepada pelaku pemerkosaan juga lemah. Sudah di penjara pun kadang masih dapat remisi. Hukum yang diberlakukan tidak memberi efek jera pada pelaku, juga tidak memberi efek pencegahan kepada orang lain yang ingin melakukan hal serupa.

    Butuh Sistem Islam

    Berbagai solusi dalam rangka menanggulangi kejahatan seksual jelas mustahil lahir dari sistem yang sama-sama liberal, sebagaimana sistem yang menumbuhsuburkan tindakan bejat itu. Sebaliknya, kita membutuhkan sistem yang memiliki standar halal-haram yang hakiki. Itulah sistem sahih, sistem Islam.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook