
Gandum, misalnya, merupakan bahan baku penting bagi industri tepung terigu dan berbagai produk turunannya. Sementara kedelai menjadi salah satu bahan utama dalam produksi tahu dan tempe.
Jika kenaikan biaya impor berlanjut dan tidak dapat ditahan oleh pelaku usaha, tekanan harga berpotensi menjalar hingga ke konsumen.
Meski demikian, harga sembako tidak hanya ditentukan nilai tukar. Produksi dalam negeri, musim panen, stok, distribusi, dan kebijakan pemerintah juga berperan besar.
Pelemahan rupiah juga dapat meningkatkan biaya pengadaan energi yang transaksinya menggunakan dolar AS.
Indonesia masih memiliki kebutuhan impor minyak dan produk BBM. Ketika rupiah melemah, biaya pembelian dalam mata uang lokal berpotensi meningkat, terutama jika harga minyak dunia juga sedang tinggi.
Tetapi, bukan berarti setiap pelemahan rupiah otomatis membuat harga BBM langsung naik.
Harga BBM di dalam negeri turut dipengaruhi harga minyak mentah dunia, biaya pengolahan dan distribusi, kebijakan subsidi maupun kompensasi, serta keputusan pemerintah.
Dengan kata lain, rupiah yang melemah dapat menambah tekanan terhadap anggaran energi, tetapi keputusan harga di tingkat konsumen tetap bergantung pada kebijakan yang berlaku.
Dampak lainnya menyangkut kewajiban pembayaran utang dalam mata uang asing.
Sebagai ilustrasi, apabila terdapat kewajiban pembayaran sebesar US$1 juta, kebutuhan rupiahnya akan berbeda cukup besar.
| Kurs dolar | Kebutuhan rupiah |
|---|---|
| Rp18.138 | Rp18,138 miliar |
| Rp20.000 | Rp20 miliar |
| Selisih | Rp1,862 miliar |
Artinya, untuk kewajiban dolar dengan nominal yang sama, diperlukan tambahan sekitar Rp1,862 miliar ketika kurs berubah dari Rp18.138 menjadi Rp20.000 per dolar AS.
Ini merupakan ilustrasi sederhana, bukan perhitungan total utang pemerintah. Besarnya dampak terhadap keuangan negara juga bergantung pada komposisi mata uang utang, jadwal pembayaran, lindung nilai, serta penerimaan negara dalam valuta asing.
Bagi perusahaan yang mengandalkan bahan baku, mesin, atau komponen dari luar negeri, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya operasional.
Sektor manufaktur, elektronik, farmasi, otomotif, dan industri yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan impor berpotensi menghadapi tekanan lebih besar.