
Belum lama ini, pabrikan otomotif Jetour tengah mempersiapkan model terbarunya, yakni Jetour T1 i-DM. Kendaraan ini mengusung Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk pasar Indonesia. Kendaraan membawa identitasnya sebagai Urban Adventure SUV yang memadukan ketangguhan petualangan serta efisiensi tinggi untuk masyarakat urban.
Baca juga: Geely EX2 Pro Resmi Hadir, SUV Listrik Ringkas yang Nyaman untuk Mobilitas Harian
Dalam peluncurannya, T1 i-DM bukanlah jenis kendaraan listrik murni atau BEV. Namun, T1 i-DM tergolong sebagai Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang cukup canggih. Kendaraan membawa spesifikasi menarik yang sayang untuk dilewatkan. Berikut beberapa di antaranya.
Melihat dari detail fisiknya, T1 i-DM bisa mendominasi jalanan berkat proporsi sasis bodi yang maskulin dan fungsional. Kendaraan memiliki panjang 4.705 mm, lebar bodi 1.967 mm serta tinggi 1.840 mm. Sementara jarak sumbu rodanya tercatat 2.800 mm yang memberikan stabilitas berkendara dan kelapangan kabin.
Lebih lanjut, ketangguhan jelajahnya di medan semi-offroad mendapatkan dukungan ground clearance 190 mm. Karakternya yang tangguh ini semakin dipertegas ban besar berukuran 235/60 R19 yang berpadu dengan pelek 19 inci.
Baca juga: Toyota Land Hopper, Konsep Motor Listrik Mini yang Bisa Dilipat dan Masuk Bagasi SUV
Nilai jual utama yang tampak pada Jetour T1 i-DM adalah sektor integrasi sistem penggerak cerdas. Sistem ini bernama Intelligent Dual Mode (i-DM) yang mengadopsi sistem PHEV. Kehadirannya tersebut berguna untuk menyatukan performa mesin bensin konvensional serta motor listrik eksternal.
Sebagai pengatur distribusi daya, kendaraan menyematkan komponen khusus, yakni Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Komponen ini bekerja dengan menggunakan satu motor listrik independen. Peranti tersebut bertindak sebagai otak yang mengatur perpindahan tenaga otomatis dan halus di antara mode elektrik murni, mode bensin maupun kombinasi keduanya.
Melalui manajemen energi yang sangat presisi dari sistem DHT, kendaraan bisa beroperasi pada titik optimal di berbagai kondisi jalan. Hasilnya, sensasi berkendara terasa responsif dan tanpa hentakan, sambil tetap menjaga tingkat efisiensi bahan bakar.