
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Persiapan atlet Bangka Tengah menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bangka Belitung pada November mendatang diwarnai kabar pemanggilan sejumlah atlet berprestasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Tengah. Informasi tersebut mencuat di tengah penyidikan dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangka Tengah.
Informasi pemanggilan itu disampaikan seorang sumber dari lingkungan olahraga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Namun, hingga berita ini ditulis, informasi mengenai jumlah atlet yang dipanggil, waktu pemanggilan, serta kapasitas mereka dalam perkara tersebut belum terkonfirmasi secara resmi dari pihak kejaksaan.
“Iya bang, ada beberapa atlet yang dipanggil dan tokoh dipanggil. Padahal mereka lagi fokus persiapan Porprov November nanti. Atlet-atlet yang dipanggil ini atlet berprestasi, peraih medali. Mereka jadi tidak fokus latihan karena harus berurusan dengan Kejaksaan,” ujar sumber tersebut kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).
Sumber itu menyayangkan waktu pemanggilan yang disebut berlangsung saat atlet sedang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Ia khawatir situasi tersebut memengaruhi kondisi psikologis dan konsentrasi atlet dalam menjalani latihan.
“Kami sayangkan timing-nya. Seharusnya pembinaan atlet dan persiapan Porprov jadi prioritas, ini malah atlet yang dipanggil. Mental mereka jadi down,” tambahnya.
Kabar tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi dana hibah KONI Bangka Tengah yang sebelumnya telah dinaikkan Kejari Bateng dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Dalam perkembangan sebelumnya, kejaksaan menyatakan masih mengumpulkan alat bukti dan belum mengumumkan nilai kerugian negara maupun pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.
Meski demikian, pemanggilan seseorang dalam proses penyidikan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa orang tersebut terlibat dalam tindak pidana. Kapasitas setiap orang yang dipanggil perlu dipastikan, apakah sebagai saksi atau dalam kapasitas hukum lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kejari Bangka Tengah belum memberikan keterangan resmi mengenai informasi pemanggilan atlet tersebut. Wartawan telah berupaya mengonfirmasi Kepala Seksi Intelijen Kejari Bateng, Bram, melalui pesan WhatsApp dan telepon seluler, tetapi belum memperoleh jawaban. Panggilan telepon dilaporkan tidak tersambung karena nomor dalam keadaan tidak aktif.
Belum adanya keterangan resmi membuat sejumlah pertanyaan masih perlu dijawab, terutama mengenai siapa yang dipanggil, dalam kapasitas apa mereka dimintai keterangan, serta apakah pemanggilan tersebut berdampak pada jadwal latihan atlet.
Pengurus cabang olahraga berharap kejaksaan memberikan penjelasan agar informasi yang berkembang tidak memicu spekulasi dan tidak mengganggu persiapan atlet yang akan mewakili Bangka Tengah di Porprov.
Kejelasan informasi menjadi penting agar proses penegakan hukum dapat berjalan sesuai ketentuan, sementara pembinaan olahraga dan persiapan atlet tetap berlangsung.