
Rusia menyerang Ukraina pada tahun 2014, saat itu kelompok separitis yang didukung oleh Presiden Putin berhasil merebut sebagian besar Ukraina Timur. Lebih dari 14.000 orang kehilangan nyawa dalam perang di Timur tersebut. Kekacauan terjadi dimana-mana akan tetapi akhrinya berhasil damai dengan diadakannya kesepakatan Minsk.
Situasi mulai tidak terkendali lagi pada awal 2021 karna Ukraina ingin bergabung dengan NATO hal ini membuat marah Rusia, dan mengrimkan 100.000 pasukan ke perbatasan Ukraina. Konflik semakin memanas ketika Putin mengakui deklarasi dua wilayah UkrainaTimur, Donestk dan Luhank pada 21 Februari 2022.
Mungkin sebagian orang berfikir jika invansi Rusia Ukraina tidak akan berdampak apa-apa pada Indonesia, orang-orang mungkin berfikir jika jarak Indonesia ke Rusia dan Ukraina jauh, sehingga tidak akan berdampak untuk Indonesia. Padahal nyatanya invansi Rusia dan Ukraina akan berdampak besar pada pasokan gandum di Indonesia.