
Ia mengatakan dipilihnya sekolah dalam pengawasan pertama dikarenakan jumlah transaksinya lebih banyak dibandingkan dengan yang lain.
“Banyak kegiatan yang dilakukan di sekolah, jumlah siswanya juga banyak jadi harus dilakukan penanganan yang ekstra,” terangnya.
Marpaung juga mengatakan ada puluhan SD dan SMP yang sudah rampung pendataannya dan masih menunggu rekapitulasi hasil jenjang PAUD.