
“Bupati dan wakil bupati sering dilabrak sama pihak luar karena banyak mengambil tenaga kontrak, tapi ini untuk mengurangi pengangguran. Untuk itu jangan sampai pekerjaan sudah dapat tapi tidak ada rasa memiliki,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekwan Bangka, Eri Gusmawan mengatakan bahwa tenaga kontrak tersebut tidak hadir saat jumat bersih karena mengira dibatalkan.
“Saat itukan paginya sempat hujan jadi mereka kira dibatalkan, makanya mereka tidak pergi,” ungkapnya.(INT)