Scroll untuk baca artikel
Nasional

Honorer Bangka Tengah Was-was

369
×

Honorer Bangka Tengah Was-was

Sebarkan artikel ini
IMG 20230418 WA0019
Foto: net

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Honorer di Bangka Tengah merasa was-was karena penghapusan tenaga honorer di pemerintahan sudah semakin dekat.

Pasalnya, sejak ditetapkannya penghapusan honorer pada 28 November 2023, 2,3 juta honorer di Indonesia gelisah akan nasib mereka karena belum dicabutnya pernyataan dan aturan tersebut.

Salah satu honorer di Bangka Tengah mengungkapkan, dirinya sangat was-was dengan nasibnya karena belum ada kejelasan tentang penghapusan honorer ini.

“Saya sama istri honorer. Terus ada anak juga. Kalau dihapus kami mau gimana. Pasrah saja, allah mungkin tau jalan yang terbaik. Yang penting kerja saya benar, ” ucap Salah satu honorer yang namanya tidak mau disebutkan kepada intrik.id, Selasa (18/4/2023) di Koba.

Honorer yang sudah bekerja selama 10 tahun tersebut, mengaku hanya pekerjaan ini yang sekarang bisa dia lakukan dan menerimanya dengan baik.

“Umur sudah tidak masuk kriteria perusahaan, terus juga bukan lulusan sarjana. Cuma SMK saja. Kalau bukan pekerjaan ini yang menolong saya, ya saya cuma bisa berpasrah kepada Tuhan, ” ungkapnya.

Ia juga menyatakan siap menerima apapun konsekuensi dan keputusan pemerintah terhadap dia dan istrinya nanti. Bahkan, ia sudah mencoba test PPPK namun belum keluar hasil.

“Test tahun kemarin gak lulus. Gak tahu deh tahun ini. Kalau tahun ini gak lulus, berarti saya gak bisa kerja lagi, ” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang mengatakan, jika semua tenaga Non-ASN akan secara otomatis diangkat menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

“Seluruh tenaga honorer akan diangkat menjadi PPPK tanpa ada pengecualian yang akan terealisasi paling lambat 28 November 2023,” ucapnya pada konfrensi pers di Jakarta.

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas