
INTRIK.ID, BELITUNG — Seorang nelayan, Harun hilang saat mencari kepiting di hutan mangrove Pulau Sekutai, Belitung, Minggu (25/5/2025).
Pria 48 tahun itu awalnya berangkat bersama tiga orang keluarganya dari Tanjung Pandan ke Pulau Sekutai menggunakan perahu milik mereka sendiri sekitar pukul 06.30 WIB.
Setibanya di lokasi, korban mencari kepiting sendirian dengan cara turun langsung menyusuri hutan mangrove bakau di pinggiran pulau sekutai, sementara ketiga keluarga korban melanjutkan perjalanan menuju lokasi mancing di perairan Petaling Pulau Mendanau.
Pada tengah hari, keluarga korban kembali ke Pulau Sekutai untuk menjemput korban, namun korban tidak ditemukan berada di sekitaran mangrove tempat korban mencari kepiting.
Keluarga korban sudah berusaha mencarinya selama seharian penuh namun masih tidak menemukan korban sehingga salah satu keluarganya menghubungi tetangga untuk meminta bantuan SAR.
Tim Rescue pun langsung menuju lokasi sekitar pukul 14.32 WIB dengan menempuh jarak 14 nautical mile dari Pelabuhan Tanjung Pandan.
Namun saat ditengah perjalanan, tim kemudian mendapatkan informasi bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selama dengan kondisi lemas.
“Info awal kami terima dari tetangga korban yang melaporkan permohonan bantuan SAR terhadap tetangga mereka yang hilang di Pulau Sekutai. Kemudian kita bergegas mengirim tim SAR menuju lokasi kejadian. Korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat namun dalam kondisi lemas. Kemudian kita membawa korban menuju rumahnya di Tanjung Pandan,” ungkap Kakansar Pangkalpinang, I Made Oka Astawa.
Dengan ditemukannya korban, ia mengatakan operasi tersebut resmi ditutup.
“Terima kasih kepada segenap unsur SAR Gabungan yang turut membantu dalam proses pencarian terhadap korban. Atas berhasil ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” jelas Oka.