Hanya Ada di Bangka, Ikan Betta Burdigala Kini Berstatus Kritis

    BABEL, INTRIK.ID – Populasi Betta burdigala, salah satu ikan cupang endemik Pulau Bangka, kini menghadapi ancaman serius. Spesies yang hanya ditemukan di Bangka itu bahkan telah masuk kategori Critically Endangered atau terancam punah berdasarkan IUCN Red List.

    Kondisi tersebut mendorong tim peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung (The Tanggokers) melakukan penelitian untuk menyelamatkan spesies tersebut. Upaya riset itu turut mendapat dukungan dari PT Timah Tbk melalui program pelestarian lingkungan.

    Penelitian bertajuk “Pengungkapan Biodiversitas Whole Genome dan Pengembangan Konservasi Ex-situ Sumber Daya Ikan Endemik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk Pelestarian Berkelanjutan” kini telah memasuki tahun keempat.

    Ketua Peneliti sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Helmizuryani, S.Pi., M.Si, mengatakan dukungan PT Timah membantu kelancaran penelitian, terutama dalam pelaksanaan kegiatan lapangan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Alhamdulillah, PT Timah memberikan dukungan dalam penelitian ini sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

    Selama empat tahun penelitian, tim telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1 hingga Q4, serta menerbitkan dua buku yang mengulas keanekaragaman ikan endemik Bangka.

    Saat ini, penelitian difokuskan pada proses domestikasi dan pemijahan Betta burdigala menggunakan stimulasi hormon. Metode tersebut diharapkan mampu menghasilkan benih yang nantinya dapat digunakan dalam program restocking atau pelepasliaran kembali ke habitat aslinya.

    “Kalau penelitian ini berhasil, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan restocking sehingga populasi ikan endemik ini bisa kembali meningkat,” ujarnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Helmizuryani menjelaskan Indonesia memiliki sekitar 49 spesies ikan cupang (Betta) dari total 86 spesies yang ada di dunia. Sejumlah di antaranya merupakan spesies endemik Bangka Belitung yang memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi.

    Namun, keberadaan ikan-ikan tersebut terus terancam akibat kerusakan habitat, alih fungsi lahan menjadi perkebunan, hingga pencemaran lingkungan.

    “Kalau upaya konservasi tidak dilakukan mulai sekarang, tinggal menunggu waktu saja ikan-ikan endemik ini akan punah. Kami mengapresiasi peran PT Timah yang sudah memulai mendukung penelitian ini,” tegasnya.

    Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Boby Muslimin, mengatakan Betta burdigala telah masuk dalam kategori Critically Endangered berdasarkan IUCN Red List sehingga membutuhkan langkah konservasi secara terpadu.

    “Ikan ini sudah berada pada kategori kritis sehingga diperlukan upaya konservasi bersama, baik melalui perlindungan habitat, konservasi in-situ maupun ex-situ, serta pengembangan budidaya,” jelasnya.

    Menurut Boby, hasil penelitian tersebut juga berpotensi mendukung program reklamasi yang dijalankan PT Timah melalui pelepasliaran ikan di kawasan bekas tambang yang telah direhabilitasi dan memiliki karakter habitat yang sesuai.

    Meski demikian, ia menegaskan pelepasliaran harus dilakukan secara selektif karena Betta burdigala merupakan spesies yang hidup di rawa gambut dangkal sehingga habitatnya harus benar-benar sesuai.

    “Kami mengapresiasi PT Timah yang memberikan perhatian terhadap pelestarian ikan endemik. Spesies ini merupakan bagian penting dari ekosistem sekaligus kekayaan hayati Bangka Belitung, sehingga upaya perlindungan harus dilakukan bersama,” katanya.

    Sebelumnya, PT Timah juga telah bekerja sama dengan Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung (The Tanggokers) dalam mendukung penelitian serta penerbitan buku Biodiversitas Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka.

    Sumber: PT Timah Tbk

    Mungkin Suka Ini juga:
    Tujuh Tahun Dibangun, Masjid di Desa Jelutung Masih 40 Persen Rampung

    Tujuh Tahun Dibangun, Masjid di Desa Jelutung Masih 40 Persen Rampung

    PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun

    PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun

    PT Timah Dukung Komunitas Pendonor Darah Belinyu, Bantu Penuhi Kebutuhan Darah Pasien

    PT Timah Dukung Komunitas Pendonor Darah Belinyu, Bantu Penuhi Kebutuhan Darah Pasien

    Gubernur Babel Mana Janji Hasil Rakor , Soal Solusi Pendalaman Alur Muara Jelitik ?

    Gubernur Babel Mana Janji Hasil Rakor , Soal Solusi Pendalaman Alur Muara Jelitik ?

    Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, PT Timah Bangun Sumur Bor untuk SMPN 3 Simpang Katis

    Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, PT Timah Bangun Sumur Bor untuk SMPN 3 Simpang Katis

    Belitung Dorong Program Pemberdayaan PT Timah Berorientasi pada Penghasilan Berkelanjutan

    Belitung Dorong Program Pemberdayaan PT Timah Berorientasi pada Penghasilan Berkelanjutan