
Menurutnya, penambangan di laut dipengaruhi oleh cuaca, gelombang, arus, dan jarak pandang yang berbeda, sehingga memiliki profil resiko yang berbeda.
“Penambangan dengan kapal yang memang melibatkan sistem mekanik yang berbeda, interaksi antara manusia, mesin, dan lingkungannya pun juga lebih dinamis. Itu baru satu hal dari aspek teknis. Dari aspek non teknisnya seperti cuaca, saya kira tantangan cukup besar. Sehingga kadang-kadang ada tantangan untuk bisa disiplin secara operasional perlu kita waspadai bersama dan jangan meremehkan risiko sekecil apapun meski itu sudah jadi bagian dari rutinitas,” pesannya.
Sementara itu, Inspektur Tambang Ahli Muda, Zulkifli Basri, yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya identifikasi risiko sebelum memulai pekerjaan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas sejak awal. Pastikan lokasi kerja aman dan pahami potensi bahaya yang ada. Banyak kecelakaan kerja terjadi karena kelalaian dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh pekerja untuk membiasakan kepedulian terhadap keselamatan diri, rekan kerja, maupun peralatan kerja dengan melakukan pengamatan dan evaluasi sebelum bekerja.
“Harapan kita sederhana, pergi kerja dengan semangat, bekerja dengan selamat, dan pulang tetap sehat,” katanya.