
“Kita ciptakan dunia pendidikan anak-anak yang apa adanya, tidak ada politik identitas, tidak membeda-bedakan status sosial, tidak ada konflik SARA. Dengan demikian saya yakin kita bisa mewujudkan cita-cita pak Jokowi untuk menjadikan Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.
Ia berharap Kalam Kudus bisa berkontribusi untuk kemajuan Indonesia dan dapat mengurangi kompetisi hingga memperbanyak kolaborasi.
“Dengan bantuan semuanya Bangka Belitung akan jadi luar biasa nantinya, itu semangat yang menular bagi kami,” pungkas Molen.
Ketua Pelaksana, Tanty Minarni menceritakan bahwa Sekolah Kristen Kalam Kudus di Indonesia mulai sejak tahun 1998 yang terdiri dari dua kelompok yakni A dan B dengan 18 siswa.