Geruduk Kantor Lurah, Warga Berok Tolak Tambang Timah di Lahan Eks PT Kobatin

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Puluhan warga Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, Bangka Tengah meminta aktivitas tambang liat di Punguk, Kenari hingga Merbuk dihentikan, Kamis (4/4/2024).

    Warga yang terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, kaling dan RT itu tidak menerima adanya tambang di lahan eks PT Kobatin itu karena terdaftar sebagai wilayah pemukiman.

    Salah satu masyarakat, Surya saat protes di kantor Lurah Berok mengatakan adanya tambang dilokasi tersebut berdampak terhadap lingkungan sekitar karena akan menyebabkan banjir jika terjadi hujan.

    “Itu adalah wilayah pemukiman dan belum dinyatakan wilayah penambangan. Kedua itu adalah daerah aliran sungai yang artinya mencemari sumber mata air kami dan bisa menyebabkan banjir karen pendangkalan tambang. Ketiga, yang nambang orang luar dan dilihat ada kerusakan lingkungan. Mana ini kita lagi gencar pemulihan pasca korupsi tambang karena setiap penambangan ilegal.uangnya tidak masuk ke negara. Ini menghina kami masyarakat Berok,” ungkapnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Surya meminta pihak keamanan dan pemerintah untuk turun tangan menghentikan tambang tersebut.

    “Ini sudah meresahkan, dan memicu kemarahan masyarakat. Maka dari itu kami meminta Lurah Berok bersama Aparat penegak hukum segera menindak adanyan tambang ilegal di merbuk-kenari-punguk itu. Dampak sosial ada, dampak lingkungan ada dan dampak negatif lainnya,” tegasnya.

    “Tadinya ratusan wargamau langsung kesana bongkar paksa ponton-ponton ilegal itu. Tapi kami tidak mau anarkis jadi tetap prosedur,” lanjutnya.

    Sementara itu, Lurah Berok Teguh Prabowo sempat terkejut adanya rombongan tersebut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Saya lagi ngurusin dokumen dan pelayanan serta pembagian beras, tiba-tiba datang masyarakat dan ternyata ingin menyampaikan aspirasi tentang tambang ilegal yang ada di Merbuk-Kenari-Punguk,” jelasnya.

    Teguh menegaskan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dan meminta waktu. Pihaknya juga meminta seluruh pihak untuk menandatangani petisi penolakan tambang tersebut.

    “Kalau sampai tidak ada juga itikad baik dari penambang liar itu maka saya akan berkoordinasi langsung denga Bupati untum membubarkannya,” tegasnya.

    Ditempat yang sama Babinsa Berok Priyadi menyebutkan, dirinya memang sudah resah adanya tambang ilegal dibelakang Punguk-Kenarai-Merbuk.

    “Saya memang sudah tau dan juga resah. Namun kami sudah sempat menghimbau dan hari ini masyrakat langsung yang turun maka saya akan ikut,” jelasnya singkat.

    Sementara itu, Babinkamtibsa Berok tidak mau bersuara terkait adanya tambang ilegal di Punguk-Merbuk-Kenari yang menjadi tugaa dan wewenang polisi untuk menindak.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Detik-Detik Evakuasi KM Nadira: Kapal Nyaris Penuh Air, Sekoci Basarnas Ikut Kandas

    Detik-Detik Evakuasi KM Nadira: Kapal Nyaris Penuh Air, Sekoci Basarnas Ikut Kandas

    Pencari Udang yang Diduga Diterkam Buaya di Belitung Timur Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

    Pencari Udang yang Diduga Diterkam Buaya di Belitung Timur Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

    Pamit Cari Udang, Pria di Belitung Timur Hilang Diduga Diterkam Buaya di Kolong Kero

    Pamit Cari Udang, Pria di Belitung Timur Hilang Diduga Diterkam Buaya di Kolong Kero

    Wartawan Dilarang Meliput Rakor Pemberantasan Korupsi di Bangka Tengah, Tuai Sorotan

    Wartawan Dilarang Meliput Rakor Pemberantasan Korupsi di Bangka Tengah, Tuai Sorotan

    Kebakaran Hutan Eks PT Kobatin Nyaris Sambangi Sekolah dan Labkesmas, Api Sempat Muncul di Dua Titik

    Kebakaran Hutan Eks PT Kobatin Nyaris Sambangi Sekolah dan Labkesmas, Api Sempat Muncul di Dua Titik

    Paripurna Istimewa HUT ke-172 Kota Koba Sepi, Hanya 19 dari 30 Anggota DPRD Hadir

    Paripurna Istimewa HUT ke-172 Kota Koba Sepi, Hanya 19 dari 30 Anggota DPRD Hadir

      Ikuti kami di Facebook