Geruduk Kantor Lurah, Warga Berok Tolak Tambang Timah di Lahan Eks PT Kobatin

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Puluhan warga Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, Bangka Tengah meminta aktivitas tambang liat di Punguk, Kenari hingga Merbuk dihentikan, Kamis (4/4/2024).

    Warga yang terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, kaling dan RT itu tidak menerima adanya tambang di lahan eks PT Kobatin itu karena terdaftar sebagai wilayah pemukiman.

    Salah satu masyarakat, Surya saat protes di kantor Lurah Berok mengatakan adanya tambang dilokasi tersebut berdampak terhadap lingkungan sekitar karena akan menyebabkan banjir jika terjadi hujan.

    “Itu adalah wilayah pemukiman dan belum dinyatakan wilayah penambangan. Kedua itu adalah daerah aliran sungai yang artinya mencemari sumber mata air kami dan bisa menyebabkan banjir karen pendangkalan tambang. Ketiga, yang nambang orang luar dan dilihat ada kerusakan lingkungan. Mana ini kita lagi gencar pemulihan pasca korupsi tambang karena setiap penambangan ilegal.uangnya tidak masuk ke negara. Ini menghina kami masyarakat Berok,” ungkapnya.

    Surya meminta pihak keamanan dan pemerintah untuk turun tangan menghentikan tambang tersebut.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook