
Remaja merupakan suatu aset bangsa yang mana ditangan mereka terdapat masa depan ketika banyak remaja yang terjerumus pada perbuatan-perbuatan yang negatif tentu membuat khawatir akan seperti apa masa depan Negara jika remaja-remajanya berkelakuan negatif seperti ini. Hal ini harus segera ditangani oleh pemerintah selaku pembuat kebijakan ataupun juga orang tua harus mampu memberikan pendidikan moral serta kepercayaan yang kuat pada anak-anaknya. Dan peran orang tua disini menjadi hal yang mutlak dikarenakan madrasah pertama seorang anak adalah orang tuanya. Di dalam keluarga seharusnya terdapat pola komunikasi antara orang tua kepada anak, kebiasaan keluarga, saling keterbukaan, menanamkan hubungan kepada anak bahwa perilaku seksual itu sangat beresiko.
Bentuk Pergaulan bebas banyak macam seperti mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, tawuran, hingga melakukan seks bebas. Menurut data World Halt Organization(WHO), 33% remaja di Indonesia melakukan hubungan seksual. Sedangkan, Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kemen Kes RI, 58% nya melakukan penetrasi diusia 18-21 Tahun. Dan 2,3jt kasus aborsi pertahun sebesar 30% dilakukan oleh remaja dan tindakan-tindakan ini muncul bukan tanpa alasan namun ada beberapa faktor yang menjadi penyebab pergaulan bebas dikalangan remaja saat ini. Penyebab pergaulan bebas diantaranya yang pertama, yaitu tingkat pendidikan keluarga yang minim karena lingkungan keluarga adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi tindakan dan perilaku anak dimasyarakat. Minimnya tingkat pendidikan di keluarga membuat anak mudah terpengaruh. Dan tingkat pendidikan yang paling berperan dalam hal ini adalah pendidikan agama. Jika orang tua tidak melakukan pengawasan secara intens dengan pergaulan anaknya maka mengakibatkan anak terjerumus tanpa tahu benar atau tidaknya perbuatan itu. Penyebab yang kedua, yaitu keluarga broken home karena hal ini juga menjadi faktor yang menyebabkan anak terkontaminasi pergaulan bebas. Broken home tidak selalu dikaitkan dengan perceraian orang tua tetapi keadaan rumah yang tidak nyaman juga bisa dikategorikan sebagai broken home. Keadaan broken home membuat mereka kurang mendapatkan perhatian dari orang tua dan kurangnya pengawasan orang tua. Korban broken home mencoba mencari pelarian yang menjerumuskan kepergaulan bebas. Penyebab yang ketiga, yaitu ekonomi keluarga yang kurang berkucukupan beresiko membuat anak putus sekolah ditambah jika keluarga tidak mendukung dan tidak berusaha. Akibatnya, kurang ilmu dan pediikan yang membuat remaja tanpa sadar terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Penyebab yang ke empat, yaitu kondisi lingkungan, terdapat sebuah pepatah yang mengibaratkan bergaul dengan tukang minyak wangi membuat menjadi wangi namun bergaul dengan tukang minyak tanah membuat menjadi bau minyak tanah intinya kondisi lingkungan akan mempengaruhi perilaku dan karakter seseorang. Penyebab yang ke lima, yaitu penyalahgunaaan internet, peredaran arus informasi diinternet sangatlah luas dan tak terhindari. Anak bisa mengakses apapun yang ada di internet. Yang membuat berbahaya adalah resiko anak meniru konten yang tidak pantas di internet. Oleh karena itu, pengawasan dari orang tua sangatlah penting ketika anak sedang berselancar diinternet.