Scroll untuk baca artikel
Advertorial

Fraksi PKS Harap Pembangunan Kolam Retensi Terak-Pedindang Bisa Atasi Banjir Pangkalpinang

154
×

Fraksi PKS Harap Pembangunan Kolam Retensi Terak-Pedindang Bisa Atasi Banjir Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini
df9
Foto: Ketua Fraksi PKS Pangkalpinang. (Ist)

INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang mengapresiasi pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung membangun kolam retensi Terak-Pedindang.

Ketua Fraksi PKS DPRD Pangkalpinang, Arnadi berharap dengan adanya kolam retensi itu bisa menjadi solusi mengatasi banjir di Kota Pangkalpinang.

“Terkait rencana pembangunan kolam retensi Terak-Pedindang, kami pandang hal yang positif. Karena kegiatan itu akan berdampak pada penanganan banjir di Kota Pangkalpinang,” ungkapnya, Rabu (25/1/2023).

Tak hanya itu, ia mengatakan kolam Retensi Terak-Pedindang memiliki banyak manfaat. Salah satunya mampu mereduksi banjir hingga 69 persen di Wilayah Kota Pangkalpinang yang selama ini kerap melanda.

Maka dengan itu, lanjutnya, pembangunan kolam retensi memang harus dibangun karena wilayah tersebut merupakan wilayah hulu sungai yang ada di Kota Pangkalpinang.

“Sebenarnya hal ini bukan hal yang baru, karena sejak banjir besar melanda Pangkalpinang tahun 2016 lalu, kemudian dibuat desain rencana penanganan banjir di Kota Pangkalpinang,” ucapnya.

Lanjut Arnadi, pada awal tahun 2020 lalu, Pemkot Pangkalpinang melalui Dinas PUPR dan Komisi 3 DPRD Kota Pangkalpinang sudah dipaparkan kementrian PU terkait rencana tersebut.

”Pada paparan itu dijelaskan Hulu Pedindang, hulu Sungai Rangkui di Kace, sampai Ketapang akan di tutup dengan pintu air di Ketapang, yang rencananya menjadi kewenangan pusat termasuk di teluk Bayur,” ujarnya.

Arnadi berharap melalui pembangunan kolam retensi Terak-Pedindang dapat mengurangi masalah banjir di Kota Pangkalpinang.

“Mudah mudahan rencana tersebut yang diawali dengan kolam retensi Terak-Pedindang dapat terlaksana segera. Sehingga anggaran APBD menangani saluran saluran kecil seperti lembawai dan sebagainya dapat dilakukan secar maksimal, sehingga betul-betul dapat mengurangi masalah banjir di Kota Pangkalpinang,” katanya.(*)