
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Partai final cabang olahraga sepak takraw nomor inter regu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Babel 2026 menyisakan polemik. Pelatih tim Kabupaten Bangka, Sigit Susanto, memprotes sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan timnya saat menghadapi Bangka Tengah.
Dalam pertandingan tersebut, Bangka harus mengakui keunggulan Bangka Tengah dengan skor 0-2. Namun, Sigit menilai hasil pertandingan tidak bisa dilepaskan dari sebuah keputusan krusial pada set pertama, ketika bola yang diyakininya sudah keluar justru dinyatakan masuk oleh wasit.
Menurut Sigit, keputusan tersebut sangat menentukan jalannya pertandingan. Sebab, apabila bola dinyatakan keluar, Bangka berpeluang memperoleh keunggulan pada set pertama yang bisa menjadi modal motivasi bagi atlet untuk menghadapi set berikutnya.
“Kami sempat protes dan mempertanyakan keputusan itu. Namun, wasit satu juga tidak bisa memberikan jawaban saat itu. Seharusnya ada penjelasan, apalagi keputusan tersebut sangat krusial,” ungkap Sigit, Minggu (8/11/2026).
Ia menyebut kedua set berakhir dengan skor ketat 17-19. Kondisi tersebut membuat keputusan pada poin-poin krusial semakin disesalkan karena dinilai berpengaruh terhadap mental dan konsentrasi pemain.
Terbentur Prosedur Protes Lima Menit
Kekecewaan Sigit tidak berhenti pada keputusan wasit. Ia juga mempersoalkan mekanisme pengajuan protes yang dinilai menyulitkan tim untuk memperjuangkan keberatan.
Sigit menjelaskan, berdasarkan ketentuan teknis pertandingan (THB), protes harus disampaikan kepada Technical Delegate (TD) atau perangkat pertandingan terkait dalam waktu lima menit setelah kejadian.