
Pembunuhan dapat secara langsung sebagaimana dialami nabi Zakariya dan Yahya dalam Kisah Israiliyyat, juga juga dapat berupa psikis sebagaimana usaha yang mereka lancarkan secara terus-menerus kepada Nabi Musa ‘Alaihis-salaam sampai-sampai terucap perkataan Beliau “hai kaumku mengapa kalian menyakitiku?”
Begitu pun praktik riba semakin berkembang dan varian serta caranya juga semakin beragam yang menjadikan proses ribawi terjadi. Dalam kajian tentang riba yang dipertentangkan dengan perdagangan, terdapat banyak bentuk riba, yang jelas merupakan dosa sangat besar namun banyak dipraktikkan dan ternyata banyak pengikutnya, termasuk dari kalangan sebagaimana yang disebut Yahudi Pesek.
Bersegera kepada permusuhan dan perbuatan dosa merupakan ciri yang disampaikan terhadap Yahudi yang juga mulai fenomenal di kalangan Yahudi Pesek. Tidak ada kebaikan terhadap hal terlarang oleh Allah juga kebenaran, maka sikap takwa senantiasa untuk diketengahkan menjadi cara hidup daripada perbuatab dosa dan permusuhan. Sebab jalan takwa adalah terbaik, sebab Allah tidak melihat fisik kita, sebab Allah melihat hati dan amal kita sebagaimana yang disampaikan dalam Hadits Nabi, maka senantiasa mengikuti kebenaran yang disyari’atkan Allah dalam Islam adalah yang terbaik, “inshaaAllah!”