
“Kita akan kawal proses persidangan, nanti kita akan datangi pengadilan untuk meminta jadwal sidangnya. Fakta persidangan akan terungkap kronologi sebenarnya. Tidak hanya ditingkat daerah, kita akan temui pihak GAKKUM KLH pusat meminta agar transparan siapa – siapa terlibat perambah kawasan Hutan Produksi Sungai Sembulan ini, termasuk aktor intelektualnya,” tegasnya.
Pemberitaan INTRIK.ID sebelumnya -JAKARTA. Penegak Hukum ( GAKKUM ) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK ) terus mendalami keterlibatan, pihak Perambahan kawasan hutan produksi Sungai Sembulan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.
Sebelumnya tanggal 1Juli 2022 pihak GAKKUM KLHK menyita barang bukti dari lokasi, Satu unit Excavator warna kuning, Dua unit mobil dinas jenis pick up dan Truk milik Pemerintah Kabupaten Bangka.
Diketahui barang bukti tersebut diduga dipergunakan untuk merambah kawasan hutan produksi Sungai Sembulan, untuk keperluan perkebunan sawit milik “A” warga Desa Air Ruai , Kecamatan Pemali.
Dikutif dari Instagram GAKKUM KLHK, Sabtu ( 30/7/2022) Dirjen GAKKUM KLHK Rasio Ridho Sani dalam Konferensi Pers mengatakan akan menerapkan pidana berlapis
“Kepada para pelaku kita terapkan pidana berlapis Undang – Undang Lingkungan hidup, kehutanan dan pencucian uang , saudara A pelaku kejahatan sawit ilegal Kabupaten Bangka, Kita kenakan UU Kehutanan penjara maksimal 10 tahun , denda 7, 5 Miliar. Saya perintahkan penyidik apakah ada pidana lingkungan hidup, kita harus menyelamatkan lingkungan hidup dan Sumber Daya Alam ( SDA ) langkah penegakan hukum secara tegas,” ungkapnya.