Scroll untuk baca artikel
NasionalEkonomi/Bisnis

Enam Pihak Kembangkan Logam Tanah Jarang, Salah Satu PT Bersahaja

353
×

Enam Pihak Kembangkan Logam Tanah Jarang, Salah Satu PT Bersahaja

Sebarkan artikel ini
IMG 20221010 WA0048
Caption : CEO PT. Bersahaja Arbi Leo saat Penandatanganan Kerja Sama , kembangkan Hilirisasi Logam Tanah Jarang.

JAKARTA. INTRIK.ID – Logam Tanah Jarang (LTJ) atau yang dikenal juga dengan sebutan Rare Earth Elements (RRE) sedang menjadi incaran banyak negara asing. Indonesia menyimpan banyak cadangan LTJ atau REE menjadi komoditas sangat langka di dunia, namun hingga saat ini pemanfaatannya di dalam negeri masih belum dapat dilakukan karena teknologi belum tersedia.

LTJ memiliki banyak manfaat dan sebagai bahan baku berbagai teknologi modern antara lain sebagai baterai, telpon seluler, komputer, pembangkit listrik, dan dapat menjadi bahan baku industri pertahanan dan kendaraan listrik.

Keseriusan pemerintah dengan LTJ dengan menerbitkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kepmenkomarves) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Tim Koordinasi Pengawasan, Pengendalian, Penegakan Hukum dan Pemanfaatan Produk Samping atau Sisa Hasil Pengolahan (SHP) Komoditas Tambang Timah Untuk Industri Dalam Negeri. tugasnya ada dua, melakukan hilirisasi pemanfaatan dalam negeri dan pengawasan pengendalian serta penegakan hukum terhadap upaya melanggar hukum terkait pemanfaatan LTJ.

Menindak lanjuti hal tersebut pemerintah melakukan pembangunan pengembangan teknologi industri LTJ dilakukan bersama dengan enam pihak antara lain, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Bersahaja, PT Rekayasa Industri (Rekind), dan PT Timah tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kerja sama pengembangan teknologi LTJ itu ditandai Penandatanganan Kerja Sama ( PKS ) Senin (10/10/ 2022) bertempat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Targer PKS Yakni Riset dan Percepatan Hilirisasi Monasit menjadi Oksida LTJ, Fosfat, Uranium, dan Thorium.

CEO PT. Bersahaja Arbi Leo mengungkapkan dirinya berterimakasih atas kepercayaan diberikan Pemerintah terkhusus inisiasi Kemenkomarves, untuk pengembangan hilirisasi LTJ.

“Kami PT Bersahaja berterimakasih dan sangat mengapresiasi karena sudah diberikan kesempatan untuk turut serta dalam pengembangan teknologi dalam negeri, khususnya untuk LTJ ini. Semoga program ini berjalan lancar dan tanpa kendala, sehingga NKRI nantinya akan punya bargaining kuat dalam sektor energi dan mineral” kata Arbi Leo.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sangat berharap realisasi PKS ini dapat berjalan dalam waktu dekat dan diselesaikan agar Indonesia dapat menikmati hasil dari teknologi dalam negeri dengan Sumber Daya Alam (SDA) Tanah Air.

“Mudah-mudahan ini akan berjalan lancar, walaupun diperlukan komunikasi yang lebih intense karena melibatkan enam pihak. Ini sebuah kerja sama yang luar biasa dan saya pikir melakukan riset dan hilirisasi monazite ini bisa menjadi sesuatu yang menjadi lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara,” jelas Hendri.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenkomarves Rofi Alhanif mengatakan, PKS ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia dimana antara Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Swasta dapat bekerja sama membangun riset.

“PKS ini betul-betul harus kita kawal dan mudah-mudahan sesuai target awal output dari PKS ini kita bisa mendorong hiilirisasi untuk pengolahan monasit menjadi oksida LTJ yang bisa terlaksana.
Kedepan logam ini akan penting dan stragis yang membuat akan menjadi rebutan banyak negara karena penerapannya untuk teknologi,” ujarnya.

Secara bersamaan, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Ediar Usman mengatakan, PKS ini merupakan hal yang baik sesuai dengan Undang-undang Nomo 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang mengamanatkan perlunya meningkatkan nilai tambah yang bertujuan dampak ekonominya lebih tinggi dan teknologi yang lebih hilir.

“Kami dari ESDM tentu saja menyambut baik PKS ini dan mudah-mudahan apa yang kita canangkan bisa mewujudkan satu hasil yang lebih baik. Kami juga nanti untuk LTJ ini akan menjadi objek pengusahaan di Bangka Belitung dan Mamuju dengan cara lelang, sudah banyak pihak yang minat untuk mengusahakan,” jelasnya.

Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih mengatakan, dengan adanya sinergi antara enam pihak ini akan membuahkan hasil maksimal sesuai dengan yang kita harapkan bersama menjadi tonggak bersejarah dan bagi hilirisasi dari riset teknologi kebanggan di tanah air kita.

“Pengembangan teknologi merah putih ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan industri nasional yang efektif, efisien, dan mandiri dengan mengandalkan SDA dalam negeri,” katanya.

Rekind meyakini, sinergi para stakeholder mampu mewujudkan pengembangan teknologi dalam negeri dan penting direalisasikan, apalagi pertumbuhan LTJ di dunia akan terus meningkat seiring aplikasi LTJ.

“Pengembangan teknologi ini sangat penting dalam mendukung transisi energi, pengurangan karbon, ekonomi sirkular, dan percepatan penyediaan infrastuktur,” jelasnya.

Selain mewujudkan LTJ, Rekind juga berharap momen ini dapat dijadikan anak bangsa sebagai dorongan untuk meningkatkan kompetensi demi kemajuan bangsa.

“Semoga PKS ini dapat meningkatkan kompetensi anak bangsa yang muaranya dapat memperkokoh sumber daya riset dalam mengakselerasi kepemilikan teknologi bagi bangsa dan negara,” katanya.