
Ekplorasi sumberdaya genetik lokal baik tanaman pangan, hortikultura dan perkebunann yang telah dilakukan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain Padi lokal sebanyak26 (dua puluh enam) aksesi, sumberdaya genetik Kacang tanah yang terdiri dari 9 (Sembilan) aksesi, plasma nutfah Ubi kayu yang telah ditemukan terdapat 10 (sepuluh) aksesi, Talas (Araceae), dari hasil ekplorasi diperoleh sebanyak 27 plasma nutfah yang yang ada di Pulau Bangka. Komoditas lain yang telah dilakukan ekplorasi flasma nutfah adalah Durian sebanyak 23 aksesi, flasma nutfah pisang ditemukan sebanyak 22 aksesi, plasma nutfah Cempedak (Artocarpus champeden) ditemukan sebanyak 20 aksesi cempedak lokal. Hasil eklporasi lain ditemukan sebanyak 12 aksesi flasma nutfah Sukun, dan aksesi Nenas sebanyak 10 aksesi. Penyebaran flasma nutfah Manggis yang ditemukan di Pulau Belitung sebanyak 8 aksesi. Sedangkan penyebaran flasma nutfah Lada ditemukian 4 aksesi lada lokal yang tersebar di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.
Indonesia merupakan pula salah satu dari dua belas Pusat Keanekaragaman Hayati Vavilov untuk tanaman pertanian karena merupakan kawasan terluas di Pusat Indomalaya. Tanaman pertanian seperti pisang (Musa spp.), pala (Myristica fragrans), cengkeh (Syzygium aromaticum), durian (Durio spp.), mangga (Mangifera spp), dan rambutan (Nephelium spp.) adalah tumbuhan asli kawasan ini, dan Indonesia merupakan pusat keanekaragaman tanaman tersebut. Beberapa tanaman sayuran seperti kecipir yang asli Indonesia telah berkembang menghasilkan keanekaragaman yang cukup tinggi.
Data keanekaragaman genetik yang perlu dikumpulkan mencakup:
Pengumpulan informasi keanekaragaman genetik dilakukan dengan menghimpun data dan informasi yang ada diberbagai unit-unit kerja yang menangani sumber daya genetik. Kegiatan pengumpulan ini disebut pengumpulan data sekunder. Apabila data atau informasi tentang sumber daya genetik tertentu yang dibutuhkan belum tersedia, maka dilakukan pengumpulan data langsung dari lapangan. Kegiatan pengumpulan ini di sebut pengumpulan data primer. Kegiatan pengumpulan data primer dilakukan oleh unit-unit kerja teknis.
Metode pengumpulan data primer dilakukan secara eksplorasi:
Eksplorasi merupakan kegiatan lapangan dengan melakukan perjalanan ke suatu lokasi untuk mencari, mengumpulkan, mendata sumber-sumber genetik tanaman yang menjadi target kegiatannya, den pengambilan materi/bagian tanaman tertentu untuk dijadikan materi koleksi yang akan digunakan sebagai sumber materi genetik kegiatan pemuliaan. Selain itu juga sebagai upaya menyelamatkan dari kepunahan.
Daerah jelajah eksplorasi pada umumnya dilakukan di lokasi yang diduga sebagai pusat penyebarannya. Lokasi tersebut mencakup sentra produksi, daerah produksi tradisional, daerah yang cukup terisolasi, daerah pertanian dilereng-lereng gunung, daerah suku asli, daerah pertanian yang masih belum maju, daerah yang masyarakatnya menggunakan komoditas yang bersangkutan sebagai makanan pokok utama/penting, daerah epidemic hama/penyakit utama, serta daerah transmigrasi lama dan baru (KNPN, 2002). Pada prinsipnya ada 4 lokasi utama untuk eksplorasi plasma nutfah yaitu : Ladang/kebun petani, pekarangan, pasar, dan habitat liar.
Kegiatan-kegiatan dalam pengelolaan plasma nutfah akan menghasilkan data serta informasi yang bermanfaat bagi upaya pengelolaan maupun bagi calon pengguna yang berminat terhadap nilai guna dari plasma nutfah tersebut. Standar kegiatan dokumentasi plasma nutfah dari Komisi Nasional Plasma Nutfah meliputi tahapan: inventarisasi dan observasi data plasma nutfah tanaman hias, validasi dan transkripsi data, penyusunan system database, dan entry data.
Output kegiatan dokumentasi berupa database koleksi plasma nutfah yang disimpan dalam CD/File elektronik dan dalam bentuk sistem informasi berbasis web, buku katalog, buku deskriptor dengan tujuan agar mudah dimanfaatkan bagi berbagai pihak yang menggunakan.
Eksplorasi tanaman adalah kegiatan mencari, mengumpulkan dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu untuk mengamankan dari kepunahan. Dengan kegiatan eksplorasi, plasma nutfah yang diperoleh dapat digunakan sebagai sumberdaya genetik yang dapat dimanfaatkan di kemudian hari dalam kegiatan pemuliaan tanaman. Kegiatan eksplorasi merupakan kegiatan dalam pengelolaan sumberdaya genetik karena pada dasarnya kegiaan eksplorasi bertujuan untuk menggali kekayaan sumber genetik dari materi plasma nutfah baik untuk tujuan penyediaan tetua persilangan maupun bahan publikasi ilmiah. Plasma nutfah yang dikumpulkan dalam kegiatan eksplorasi memberikan kekayaan materi genetik untuk pemuliaan tanaman karena program pemuliaan yang tidak didukung oleh ketersediaan plasma nutfah sebagai sumber gen akan berakibat terjadinya penyempitan kandungan genetik varietas yang dihasilkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa eksplorasi memiliki peran penting dalam pemuliaan tanaman. ***