Dulu Takut Jarum, Kini Rutin Donor Darah: Kisah Mahadi di HUT ke-50 PT Timah

    Menurut Mahadi, donor darah bukan hanya mengenai kesehatan pendonor. Lebih dari itu, ada nilai kemanusiaan yang jauh lebih besar karena darah yang disumbangkan dapat membantu orang lain yang sedang menjalani pengobatan.

    “Rasanya senang bisa berbagi. Mungkin setetes darah yang kita donorkan bisa sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan transfusi. Hal sederhana seperti ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat yang besar,” katanya.

    Semangat berbagi juga datang dari Difky Arisitiana, peserta donor darah dari Cakra Medika.

    Difky mengaku kegiatan donor darah bukan sesuatu yang baru baginya. Ia telah lima kali mendonorkan darah dan kembali memanfaatkan momentum Bulan Bakti HUT ke-50 PT Timah untuk berbagi.

    Menurutnya, donor darah memberikan manfaat bagi dua pihak sekaligus, yakni pasien yang membutuhkan dan pendonor.

    “Saya merasa senang bisa ikut berpartisipasi. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan darah, saya juga merasakan badan menjadi lebih segar setelah donor karena tubuh akan membentuk sel darah yang baru. Jadi manfaatnya bisa dirasakan oleh penerima maupun pendonornya,” ungkapnya.

    Ia pun mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk tidak ragu menjadi pendonor secara rutin.

    “Kalau kondisi kesehatan memungkinkan, jangan ragu untuk donor darah. Selain baik untuk tubuh, darah yang kita donorkan juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang menjalani pengobatan. Semoga semakin banyak orang yang tergerak untuk berbagi melalui donor darah,” katanya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook