
INTRIK.ID, KARIMUN – Perjuangan Santi Marliza melawan penyakit jantung belum berakhir meski operasi di Jakarta telah dijalaninya. Warga Kampung Bukit Merang, Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, itu masih harus menjalani pengobatan intensif dan kontrol rutin di Batam.
Selama hampir dua tahun, Santi harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan di luar daerah. Kondisi tersebut tidak hanya menjadi tantangan kesehatan, tetapi juga membebani ekonomi keluarganya.
Suaminya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, pendapatan keluarga harus diatur ketat, sementara pengobatan Santi membutuhkan biaya tambahan.
“Saya sudah operasi di Jakarta, tetapi masih menjalani pengobatan intensif di Batam karena masih uji coba katup baru. Setiap satu bulan sekali harus kontrol ke Batam,” ujar Santi.
Kontrol rutin membuat Santi dan keluarganya harus berulang kali menempuh perjalanan dari Karimun menuju Batam. Selain ongkos perjalanan, mereka juga harus memikirkan kebutuhan selama berada di Batam.