Dr Rusydi Sulaiman: Puasa Bukan Sekedar Rutinitas Tahunan

    Kedua, optimalisasi wujud kelakuan. Selain memperkuat potensi akal sebagai wujud ideal di bulan Ramadhan, puasa identik juga dengan penguatan akhlak mulia, karena wujud tersebut merupakan ciri orang yang berpuasa.

    “Wujud kelakuan meliputi beberapa bentuk sikap seperti sikap kebiasaan baik, perilaku, tingkah laku, moral, akhlak, etika, sopan santun, adab dan semacamnya,” tambahnya.

    Selain kekuatan logika, adab atau etika juga menjadi prioritas bagi penilaian manusia terhadap manusia lainnya.

    Ketiga, pemanfaatan teknologi modern. Bila televisi sangat digemari oleh masyarakat, maka benda tersebut dapat dimanfaatkan untuk penayangan program-program bernuansa religius. Dan bila handphone menjadi kebutuhan vital di semua kalangan, maka benda itu juga dapat dimanfaatkan sebagai alat komunikasi yang efektif dan memberikan kemaslahatan.

    “Lagi-lagi di bulan Ramadhan, semangat berperadaban dalam bentuk pemanfaatan benda-benda material peradaban sangat dibutuhkan untuk tujuan ketakwaan,” terangnya.

    Pada intinya, tinggi rendahnya peradaban manusia sangat tergantung manusia itu sendiri sebagai subjeknya. Terkhusus di Bulan Ramadhan, sebagai manusia berperadaban, maka orang-orang  beriman yang mencirikan nuansanya dengan hal-hal yang positif menuju ketakwaan kepada Allah Swt.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook