
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Ketua DPRD Provinsi beserta APDESI Bangka Belitung mengantarkan data 77 ribu KK masyarakat Bangka Belitung yang berkebun di kawasan hutan ke kementerian kehutanan agar bisa melakukan pengurusan perizinan setelah mendapatkan angin segar dari Satgas PKH, Rabu (13/8/2025) di Jakarta.
Ia mengungkapkan, pihaknya ke kementerian kehutanan dan lingkungan hidup untuk membahas masalah lahan kebun sawit yang juga hutan tanam industri (HTI) yang kurang berdampak untuk masyarakat.
“Jadi para kades bersama saya ke kementerian kehutanan untuk memberikan data 77 ribu KK yang berkebun di hutan kawasan khusunya sawit. Terus juga membicarakan masalah HTI yang tidak berdampak, ” ujarnya.
Ia juga menegaskan agar masyarakat tak lagi merambah hutan kawasan dan selalu menjaga hutan demi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri.
“Masyarakat kita jangan lagi buka lahan di hutan kawasan, jaga hutan demi perlindungan bersama. Terus jangan cuma tanam sawit, kalau bisa tanam juga tanaman hutan tapi yang menghasilkan seperti durian, ” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, banyaknya petani yang sampai menangis dan mengadu kepada dirinya untuk membantu kebun-kebun masyarakat di hutan kawasan agar masyarakat tak tambah sengsara.
Sementara itu, Ketua APDESI Bangka Belitung Munzilin sudah mengisyaratkan tentang kebun masyarakat di hutan kawasan ke kementerian kehutanan dan akan di bantu prosesnya bersama satgas PKH.
“Inti semua masyarakat datangi saya kantor desa dan datakan kebunnya. Kalau ada yang gak mah laporkan kepada kami APDESI, ” jelasnya.
Menjawab hal tersebut, Direktur Penggunaan Kawasan dan PLT Direktorat perencanaan perubahan kawasan hutan Doni mengungkapkan, ada 39,9% hutan kawasan yang ada di Bangka Belitung namun memang sudah banyak beralih fungsi.
“Sebenarnya hutan kawasan di Bangka belitung hanya 39% atau 40% yang mana sisa hutannya sendiri tak sampai segitu karena sudah banyak dirambah dan pergeseran penggunaan, ” jelasnya.
Dikatakan Doni, pihaknya akan membantu berkoordinasi dengan pihak satgas PKH terkait perkebunan yang ada di hutan kawasan.
Namun, ia meminta warga jangan cuma menanam sawit saja, tetapi juga harus menanamkan hutan seperti durian, mangga dan juga lainnya yang pastinya bernilai ekonomis untuk masyarakat juga.
“Babel.itu terkenal dengan durian tau babinya. Kenapa gak tanam itu juga saya. Nilai ekonomisnya ada, merupakan tanaman hutan. Jangan sawit terus, ” tukasnya.