DPD RI Minta TNI Turunkan Kekuatan Penuh di Papua

Foto: ist

JAKARTA, INTRIK.ID – Setelah KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan Utara Bali, berita duka kembali hadir setelah gugurnya Kepala BIN Papua akibat ditembak KKB saat melintasi Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin meminta Menteri Pertahanan dan TNI (Menhan-TNI) untuk memperkuat kemiliteran Indonesia.

“Dua peristiwa tersebut telah membuat bangsa Indonesia kehilangan putra-putri terbaiknya. Saya berharap atas kejadian ini Menhan-TNI dapat melakukan evaluasi. Tidak hanya itu, dari apa yang terjadi seolah menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa sistem pertahanan kita masih sangat lemah,” ujarnya, Rabu (28/4/2021).

 

Space Iklan/0853-1197-2121

Senator asal Bengkulu ini juga berharap akan ada modernisasi persenjataan yang digunakan oleh para prajurit TNI dalam menjaga keutuhan negara.

“Memang faktanya di satu sisi kita harus bangga bahwa kekuatan militer Indonesia pada 2020 berada di posisi 16 dari 137 negara. Indonesia nomor 1 di ASEAN, mengungguli Singapura dan Malaysia. Adapun keunggulan diukur dari personel dan jumlah alat utama sistem senjata (alutista), akan tetapi dalam hal modernisasi persenjataan kita masih ketinggalan,” ujarnya.

Sultan juga menambahkan atas gugurnya Kepala Badan Intelijen Daerah Papua Brigadir Jenderal I Gusti Pustu Danny Nugraha karya yang ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Menurutnya negara melalui militer yang dimiliki tidak boleh kalah oleh kelompok separatis apapun yang menganggu dan mengancam kedaulatan NKRI.

“Saya ingin Militer Indonesia kembali menjadi punggawa utama dalam menjaga keutuhan NKRI. Kedepan tidak boleh lagi toleransi terhadap KKB yang selama ini sangat meresahkan masyarakat yang telah banyak menciptakan korban jiwa,” tegasnya.

Space Iklan/0853-1197-2121

Ia berharap agar pemerintah tidak ragu menurunkan militer dengan kekuatan penuh untuk menumpas KKB di Papua dan juga terhadap segala bentuk tingkah separatis di bumi Indonesia.

“Sikat habis sampai ke akar-akarnya semua bentuk pemberontak, kelompok separatis ataupun organisasi yang dapat mengancam jiwa rakyat Indonesia. Satu nyawa rakyat Indonesia sangat berharga. Dan negara harus mampu memastikan bahwa seluruh rakyat Indonesia dapat hidup dengan tenang dan aman,” pungkas Sultan.

Mantan wakil gubernur Bengkuli itu juga meminta TNI untuk memperkuat dan meningkatkan pengamanan diseluruh wilayah konflik. Dan harus segera mengkaji langkah strategis dalam menumpas seluruh kelompok separatis.

“Saya berharap TNI dapat fokus kembali berfungsi mengurus profesionalisme dunia kemiliteran kita,” tandasnya.(*)

Mungkin Suka Ini juga:
Komisi VI Dukung Koperasi Sebagai Mitra Usaha Penambangan

Komisi VI Dukung Koperasi Sebagai Mitra Usaha Penambangan

Dihadapan Komisi VI DPR RI, Dirut PT Timah Tbk: Timah untuk Rakyat

Dihadapan Komisi VI DPR RI, Dirut PT Timah Tbk: Timah untuk Rakyat

PT Timah Kerjasama dengan Jamdatun Kejagung RI

PT Timah Kerjasama dengan Jamdatun Kejagung RI

Komisi XII DPR RI Percepat Penyusunan HPM Timah

Komisi XII DPR RI Percepat Penyusunan HPM Timah

GPIPS, Strategi Baru Jaga Inflasi

GPIPS, Strategi Baru Jaga Inflasi

Apel Akbar Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di Kundur, PT Timah Tingkatkan Budaya Keselamatan Kerja

Apel Akbar Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di Kundur, PT Timah Tingkatkan Budaya Keselamatan Kerja

    Ikuti kami di Facebook