
Pihaknya juga sudah mengambil sample dan dikirimkan ke Laboratorium Toksikologi di Provinsi Sumatera Selatan untuk mengetahui lebih pasti.
“Saat ini kita masih menunggu hasilnya. Dugaan sementara seperti itu (gagal ginjal akut-red). Dan kita juga sudah melaporkan ke pusat menggunakan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR-red),” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia mengaku telah memanggil seluruh dokter baik di puskesmas, rumah sakit dan tenaga Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Bangka.