
Melihat senyum para penambang saat mengunyah kue di sela semprotan air ke tanah pribadi mereka adalah tamparan bagi kita semua. Itu adalah senyum manusia-manusia mandiri yang hanya ingin bekerja tanpa rasa takut.
Satu pertanyaan mendalam dari Ronie Arabel yang patut kita renungkan bersama: “Apa dosa rakyat kecil hingga harus kucing-kucingan mencari nafkah?”
Logika ini sangat masuk akal.
Di belahan bumi Indonesia lainnya, seperti di Sumatera Selatan, rakyat bisa merangkul legalitas untuk mengelola minyak. Lantas, mengapa di tanah lada dan timah ini, rakyat seolah harus bermain petak umpet dengan aturan hanya untuk menghidupi keluarga? Tanpa alat berat, tanpa cukong besar, mereka hanya mengolah tanah sendiri dan sisa peninggalan masa lalu.
Upaya Desa Perlang mengajukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke Kementerian ESDM adalah langkah bermartabat.