
“Saat reses kemarin banyak masyarakat mengeluh tidak adanya pembangunan jalan, jembatan, rumah sekolah rusak, tidak ada tambatan perahu, lampu jalan, tidak ada bantuan bibit pertanian, bantuan perahu dan alat tangkap nelayan, rusaknya objek wisata akibat pertambangan hingga sulitnya mendapat pekerjaan,” pungkasnya.
Ia menyadari bahwa saat ini masih dalam pandemi covid 19, namun bukan berarti tidak ada solusi untuk mengatasinya.
“Solusinya sudah kita sampaikan mulai meniadakan TPP beban kerja hingga merampingkan honorer yang terlalu banyak karena tidak sesuai dengan kerjanya. Dengan begitu akan meringankan APBD kita, apalagi saat ini kita mengalami devisit hingga 200 miliar,” tegas Taufik.(red)