
Ia juga menjadi salah satu orang yang membantu penjualan lahan Hendra lie dengan harga diatas Rp300 juta lebih bersama calo lainnya.
“Ini jadi masalah, orang taunya desa jual padahal desa tidak jual apapun tanah desa. Hanya surat menyurat memang desa yang bikin. Dan ingat lahan ini sudah milik Hendra lie bos sriwijaya bukan milik orang per orangan lagi. Namun semua proses dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, ” tegasnya.
Sampai berakhirnya musyawarah warga masih ingin meneruskan masalah ini ke tahapan ke Dewan.