
INTRIK.ID. BANGKA.TENGAH – Warga Desa Perlang menuntut adanya transparansi terkait dugaan rembesan limbah sawit PT Perlang Sawitindo Mas (PT MAS) ke Daerah Aliran Sungai (DAS).
Hal itu ditegaskan Ketua Nelayan Desa Perlang, Swandi saat mediasi dengan PT MAS yang diinisiasi oleh Pemdes Perlang, Selasa (31/3/2026).
Ia mengatakan kondisi air sungai saat ini menghitam dan mengeluarkan aroma tidak sedap hingga ke bagian hilir.
“Kami datang menuntut kejelasan. Jika memang ada kesalahan teknis, segera sampaikan permohonan maaf dan kami minta jaminan agar kejadian ini tidak terulang kembali,” tegas Swandi dalam rapat tersebut.
Senada dengan nelayan, perwakilan petani, Suhaimi, mengungkapkan kekhawatirannya lantaran rembesan yang diduga limbah tersebut telah mencapai area perkebunan warga. Ia mendesak pihak perusahaan untuk segera memperbaiki mekanisme pengelolaan limbah agar air yang dibuang memenuhi standar baku mutu dan izin Amdal yang berlaku.
“Pipa yang mengalir ke sungai harus ditutup sementara. Sambung kembali hanya jika air yang dibuang sudah benar-benar jernih dan sesuai standar,” ujar Suhaimi.
Ketua BPD Perlang, Saihu, turut mengingatkan bahwa operasional pabrik didasari oleh kesepakatan dalam Musyawarah Desa (Musdes). Namun, hingga kini, sejumlah poin usulan masyarakat belum mendapatkan jawaban tertulis dari pihak perusahaan.
“Jangan dibiarkan berlarut-larut. Atas dasar Musyawarah Desa inilah pabrik bisa beroperasi, jadi kami minta pihak perusahaan segera menanggapi usulan tersebut secara resmi,” kata Saihu.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Perlang menegaskan agar seluruh aspirasi dari berbagai lini masyarakat segera direalisasikan tanpa penundaan. Ia juga menyoroti masalah prioritas bagi pelaku ekonomi lokal, khususnya pemilik lapak sawit dan armada dump truck warga asli Perlang.
“Jangan sampai warga lokal justru mengantre lama sementara mobil dari luar didahulukan. Saat pabrik sepi, petani dan warga sekitar yang menyuplai. Maka saat ramai, jangan abaikan mereka. Utamakan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan PT PSM, Manik mengatakan pihaknya segera berbenah sesuai saran masyarakat setempat.
“Point-point yang dituangkan dalam Berita Acara Pertemuan segera kami laporkan ke managament dan dilaksanakan,” katanya.
Setelah pertemuan, terpantau perwakilan masyarakat membuka pipa aliran pembuangan limbah sementara. Selanjutnya kembali warga akan diundang setelah kolam ke 10 dibangun.