Dari Ruang Kelas ke Media Massa, Program Literasi PT Timah Dorong Guru Berani Menulis dan Berkarya

    INTRIK.ID, BABEL – Selama ini guru dikenal sebagai pengajar di ruang kelas. Namun melalui Program Literasi Guru yang digagas PT Timah (Persero) Tbk, para pendidik kini didorong untuk melangkah lebih jauh: menjadi penulis yang mampu menyebarkan gagasan dan pengalaman mereka kepada publik.

    Program yang dilaksanakan sepanjang 2025 ini telah menjangkau 90 guru dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK di wilayah operasional PT Timah. Tidak sekadar memberikan pelatihan menulis, program ini juga membuka ruang bagi para guru untuk mengembangkan budaya literasi dan meningkatkan kompetensi profesional di tengah tuntutan dunia pendidikan yang terus berkembang.

    Bagi Diki, guru SD Negeri 5 Jebus, program tersebut menjadi pengalaman yang membuka perspektif baru tentang pentingnya kemampuan menulis bagi seorang pendidik.

    “Materinya sangat bermanfaat. Kami belajar bagaimana menulis karya ilmiah populer dengan baik dan benar. Ini menjadi bekal yang bisa diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar maupun dibagikan kepada rekan guru lainnya,” ujarnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Menurut Diki, kemampuan menulis tidak hanya membantu guru mendokumentasikan pengalaman mengajar, tetapi juga menjadi sarana berbagi praktik baik yang dapat menginspirasi sekolah lain.

    Hal senada dirasakan Helen Moriska, guru SD Negeri 5 Parittiga. Ia mengaku pelatihan tersebut memotivasi dirinya untuk mulai berani menghasilkan karya tulis yang dapat dipublikasikan.

    “Selama ini banyak guru memiliki pengalaman dan ide yang bagus, tetapi belum percaya diri untuk menuliskannya. Program ini memberikan wawasan sekaligus motivasi agar kami berani berkarya dan menyalurkan tulisan ke media lokal maupun nasional,” katanya.

    Menurut Helen, literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan secara tertulis agar bisa memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Program Literasi Guru merupakan bagian dari komitmen PT Timah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah lingkar tambang. Melalui penguatan kapasitas guru, perusahaan berharap proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih inovatif dan mampu melahirkan generasi yang kreatif serta memiliki budaya belajar yang kuat.

    Selain meningkatkan keterampilan individu, program ini juga diharapkan dapat membangun ekosistem literasi yang lebih baik di lingkungan pendidikan. Guru yang aktif menulis diyakini mampu menjadi teladan bagi siswa untuk gemar membaca, berpikir kritis, dan menghasilkan karya.

    Dengan semakin banyak guru yang berani menulis dan membagikan gagasannya, ruang-ruang kelas tidak lagi hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi sumber lahirnya berbagai karya yang dapat menginspirasi masyarakat luas. (*)

    Sumber: PT Timah Tbk

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dari Miniatur Ka’bah ke Karakter Santri, Manasik Haji Bahrul Ulum Tak Sekadar Latihan Ibadah

    Dari Miniatur Ka’bah ke Karakter Santri, Manasik Haji Bahrul Ulum Tak Sekadar Latihan Ibadah

    Belajar Jadi Tamu Allah Sejak Dini, Santri Bahrul Ulum Antusias Ikuti Manasik Haji

    Belajar Jadi Tamu Allah Sejak Dini, Santri Bahrul Ulum Antusias Ikuti Manasik Haji

    Dari Bantu Ibu hingga Berbagi Bekal, Kisah Anak-anak SD 62 Mengisi “Kotak Kebaikan”

    Dari Bantu Ibu hingga Berbagi Bekal, Kisah Anak-anak SD 62 Mengisi “Kotak Kebaikan”

    Berawal dari Curhat Orang Tua di Pulau Nangka, Mahasiswa KPI IAIN SAS Gelar Workshop Pendampingan Anak

    Berawal dari Curhat Orang Tua di Pulau Nangka, Mahasiswa KPI IAIN SAS Gelar Workshop Pendampingan Anak

    Mahasiswa KPI IAIN SAS Turun ke Rusunawa, Ajak Remaja Jadi Pengaruh Positif di Lingkungan

    Mahasiswa KPI IAIN SAS Turun ke Rusunawa, Ajak Remaja Jadi Pengaruh Positif di Lingkungan

    Cas HP Semalaman hingga Cara Padamkan Api, Warga Bahrul Ulum Dapat Bekal Hadapi Kebakaran

    Cas HP Semalaman hingga Cara Padamkan Api, Warga Bahrul Ulum Dapat Bekal Hadapi Kebakaran