
INTRIK.ID, BANGKA – Puluhan santri dan santriwati Pondok Pesantren Bahrul Ulum tampak khusyuk mengelilingi miniatur Ka’bah di kompleks Islamic Center Sungailiat, Kamis (11/6/2026). Bagi mereka, kegiatan manasik haji bukan sekadar simulasi ibadah, melainkan proses belajar tentang kesabaran, disiplin, dan kebersamaan yang menjadi nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan manasik haji yang berlangsung selama dua hari ini diawali dengan pembekalan teori di Gedung Serba Guna (GSG) pada Rabu (10/6/2026), sebelum para santri mempraktikkan langsung seluruh rangkaian ibadah haji secara simbolis pada hari berikutnya.
Ketua Yayasan Bahrul Ulum, Drs. H. Saiful Zohri, mengatakan manasik haji sengaja dirancang agar santri tidak hanya memahami tata cara ibadah secara teori, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam setiap rangkaian pelaksanaannya.
“Manasik haji bukan sekadar latihan gerakan atau seremonial. Kami ingin para santri memahami makna di balik setiap amalan, mulai dari keikhlasan, ketakwaan, kesederhanaan hingga semangat persatuan. Nilai-nilai inilah yang sebenarnya ingin kami tanamkan sejak dini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para santri diajak memahami seluruh tahapan ibadah haji, mulai dari ihram, tawaf, sa’i hingga lempar jumrah. Setiap tahapan dijelaskan secara rinci agar mereka memahami filosofi dan tujuan dari setiap amalan yang dilakukan.
Suasana semakin hidup saat para santri mempraktikkan langsung rangkaian manasik. Dengan mengenakan pakaian yang menyerupai busana ihram, mereka mengikuti setiap instruksi pembimbing dengan tertib dan penuh antusias.
Kepala Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ustadz Sukaryadi, S.Pd.I., menilai metode pembelajaran seperti ini lebih efektif karena menggabungkan teori dan praktik secara langsung.
“Apa yang mereka pelajari di kelas akan lebih mudah dipahami ketika dipraktikkan. Melalui manasik ini kami berharap tumbuh rasa cinta dan kerinduan untuk berkunjung ke Baitullah, sekaligus membentuk karakter santri yang sabar, disiplin, dan menghargai sesama,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai haji tidak hanya relevan saat menjalankan ibadah, tetapi juga penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat.
Turut mendampingi kegiatan ini Kepala Pengasuhan Putra dan Putri, para pembina asrama, serta seluruh ustadz dan ustadzah di lingkungan Islamic Center Sungailiat. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya pesantren membangun pendidikan karakter yang seimbang antara aspek akademik, spiritual, dan praktik kehidupan.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Bahrul Ulum berharap para santri tidak hanya mengenal tata cara ibadah haji, tetapi juga membawa pulang pelajaran berharga tentang makna pengorbanan, kebersamaan, dan penghambaan kepada Allah SWT yang menjadi inti dari perjalanan spiritual tersebut. (*)