
“Madrasah Diniyah Al-Khairiyah ini merupakan pengembangan dari sekolah arab sebelumnya yang ada di kampung tengah Desa Kemuja (cikal bakal Ponpes Al-Islam Kemuja-red),” jelasnya.
Kehadiran Madrasah Diniyah Al-Khariyah ini juga yang menginspirasi kemunculan beberapa madrasah diniyah, dan beberapa sekolah formal berbasis pesantren di Pulau Bangka. Misalnya, Ponpes Al-Islam Kemuja, Ponpes Darussalam di Kota Pangkalpinang, Ponpes Nurul Ihsan Baturusa, dan pondok pesantren lainnya.
“Yang dimiliki oleh pondok pesantren adalah hakekat pondok pesantren, dimana kiyai berada di pondok selama 24 jam nonstop, dan santri menetap di pondok tersebut. Ditambah lagi dengan ruh jiwa-jiwa kepesantrenan, kemudian nilai-nilai yang ditanamkan pada santri, dan tradisi berikut prinsip-prinsip yang dilekatkan kepada mereka,” jelas Rusydi.(red)