
“Penyebaran Islam di Pulau Bangka terjadi pada pertengahan abad ke 19 yang dilakukan oleh ulama Banjar yang kemudian diperkuat oleh Muhammad Afif dan dilanjutkan oleh anaknya bernama Syaikh Abdurrahman Siddik,” tegasnya.
Masih dalam ceramahnya, Rusydi mengatakan agama Islam secara intens di Pulau Bangka oleh Syaikh Abdurrahman Siddik. Bahkan masyarakat Desa Kemuja sudah mengawalinya melalui “tradisi naon” (mukim) di Makkah hingga puluhan tahun untuk menuntut ilmu agama.
Setelah mereka pulang, kemudian mengajarkannya kepada masyarakat setempat melalui sentra-sentra belajar seperti ngaji dudok (duduk), sekolah haji atau sekolah arab, dan Madrasah Diniyah Al-Khairiyah.