INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Adong merasa terbantu setelah mendapatkan uang santunan dari warga Desa Perlanga, Bangka Tengah sebesar Rp 10 juta.
Pasalnya Adong yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit di Palembang, Sumatera Selatan.
“Ini sangat membantu sekali, terutama untuk biaya operasional di luar tanggungan BPJS Kesehatan. Dengan adanya BPJS saja sudah sangat menolong, tapi biaya di luar itu juga besar, apalagi jika dirawat di luar Provinsi Babel. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah peduli,” ungkap Adong, yang sedang mendampingi istrinya yang dirawat di Palembang, Senin (30/1Terhitung selama kepemimpinan Ronie menjadi Kades Perlang, ada 4 orang warga yang melakukan berobat di luar Provinsi Bangka Belitung dan puluhan yang sakit di rawat dalam daerah.
Kepla Desa (Kades) Perlang, Yani Basaroni yang mengantarkan sumbangan masyarakat itu mengatakan dana itu merupakan hasil dari bantuan masyarakat secara sukarela.
“Saya hanya mengantarkan amanah dari warga Desa Perlang. Alhamdulillah, terkumpul sekitar 10 juta,” ujar pria yang akrab disapa Roni itu.
Ia menegaskan bahwa gotong royong sudah menjadi budaya masyarakat Desa Perlang sehingga ketika ada warga yang sakit dan harus dirujuk ke luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, warga setempat secara sukarela menyumbang dana untuk membantu meringankan beban keluarga pasien.
“Ini sudah menjadi budaya di Desa Perlang. Jika pasien dirawat di luar provinsi, warga dari berbagai RT turut bergotong royong membantu,” tambah Roni.
Selain itu, bagi warga yang sakit tetapi dirawat di dalam provinsi, biasanya sumbangan dikoordinasikan oleh Ketua RT setempat atas permintaan Pemerintahan Desa Perlang. Program ini ditujukan bagi warga kurang mampu yang melapor kepada pihak desa.
“Saat ada laporan dari keluarga pasien yang dinilai kurang mampu, kami langsung mengoordinasikan penggalangan dana dari warga,” jelasnya. (*)